Golkar persilakan Akom utarakan jabatan politik yang diinginkan
Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina, Ade Komarudin, telah dicopot dari kursi Ketua DPR. Posisi pria yang akrab disapa Akom itu digantikan Setya Novanto.
Pascaputusan itu, DPP Partai Golkar mempersilakan Akom menyampaikan karier politik pilihannya setelah dicopot sebagai Ketua DPR.
"Kita dengarkan dia maunya di mana. Karier politik itu dia sendiri yang menentukan bukan kita yang menentukan. Dia maunya ini, maunya itu, kita akan bantu," ujar Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Kahar Muzakir di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (30/11).
Kahar Muzakir mengatakan, setelah Ade menyampaikan keinginannya, DPP akan menampung dan memperjuangkannya. Menurut dia, Ade adalah kader terbaik Partai Golkar yang sudah dua puluh tahun menjadi anggota DPR RI.
"Tapi sampai saat ini dia belum bilang apa-apa," ujar dia.
Pergantian Ade dengan Novanto diajukan Fraksi Golkar sebagai upaya pemulihan nama baik Novanto yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan itu karena dituding terlibat kasus pelanggaran etika anggota dewan.
Seiring dengan pengajuan pergantian itu, Mahkamah Kehormatan Dewan juga memutuskan Ade melakukan pelanggaran sedang, hasil akumulasi dua pelanggaran ringan yang dinilai telah dilakukannya, sehingga yang bersangkutan diberhentikan dari posisi Ketua DPR RI.
Ade dinilai melakukan dua pelanggaran ringan yaitu pertama pelanggaran etika karena memindahkan posisi beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penyertaan modal negara yang awalnya merupakan mitra Komisi VI menjadi mitra Komisi XI DPR.
Kedua yaitu pelanggaran etika ringan karena dianggap memperlambat proses pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pertembakauan. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya