Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Golkar akan kaji laporan ulama soal pencalonan Dedi Mulyadi

Golkar akan kaji laporan ulama soal pencalonan Dedi Mulyadi Idrus Marham. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Puluhan ulama Purwakarta, Jawa Barat menemui ketua harian menemui Ketua harian Partai Golkar Nurdin Halid terkait pencalonan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Sekretaris Jenderal Idrus Marham mengatakan laporan para ulama akan dikaji.

"Memang ada kiai datang dan saya terima. Semua aspirasi kita terima tetapi aspirasi itu tidak serta merta kita ikuti. Kita melakukan kajian apa orang-orang yang datang itu benar-benar ulama. Betul-betul kiai," kata Idrus ke Gedung DPP Partai Golkar, Kamis (31/8).

Tetapi, kata dia, Golkar tidak serta merta menerima begitu saja. Alasannya, jika sudah memasuki tahun politik yaitu tahun 2018 banyak opini-opini yang terbentuk.

"Karena itu seluruh aspirasi tidak secara serta merta kita terima. Kita kaji siapa orangnya motivasinya ada di belakangnya kepentingan siapa yang dibawa," ungkap dia.

Dia menilai ada indikasi sangat kuat beberapa pihak mencari-cari kesalahan seseorang. Pihaknya juga akan terus mempelajari terkait kiai mana saja yang melaporkan.

Dia juga menilai laporan yang dilakukan para ulama diduga bentuk politik. "Ada indikasi sangat kuat. Yang masih punya politik. Ada yang cari-cari kesalahan," tambah dia.

"Kita juga melihat apakah ada yang pernah kalah sama Dedi. Pertanyaan itu nanti kita semua kaji, sebagai dasar kajian," pungkas dia.

Diketahui sebelumnya, Para ulama Purwakarta, Jawa Barat telah menemui Nurdin Khalid untuk menyampaikan aspirasi menolak Dedi sebagai calon gubernur karena dinilai telah menistakan agama.

"Mereka menyampaikan aspirasi menolak Dedi sebagai calon gubernur karena telah menistakan agama," kata Nurdin usai menerima para Ulama Purwakarta di DPP Partai Golkar, Anggrek Nely, Jakarta Barat, Rabu (30/8) malam.

Dia menjelaskan, para ulama membawa surat pernyataan dengan memperlihatkan video yang berisi pidato Dedi. Dalam video tersebut kata Nurdin terdapat kalimat Dedi yang menyakiti para ulama. "Lah iya itu dia mengatakan saya juga tidak terlalu detail. Dia mengatakan memindahkan Kabah. Tidak perlu orang pergi haji nah itu aja," tambah dia.

Kemudian atas laporan tersebut, pihak Partai Golkar kata dia akan menelusuri hal tersebut. Dan informasi dari para ulama perlu diverifikasi. "Kita akan telusuri nanti DPP tim factpending," pungkas dia.

Kemudian ditemui terpisah, perwakilan dari persatuan para ulama dan pimpinan pondok pesantren Darul Hikmah, H. Nana mengatakan pertemuan tersebut membicarakan soal kriteria pemimpin Purwakarta yang baik. Kemudian, pihaknya juga memberikan masukan kepada Nurdin agar jadi bahan pertimbangan.

"Tadi kita bertemu Pak Nurdin dan kata Pak Nurdin akan jadi pertimbangan. Dan pihak Pak Nurdin tau," kata Nana.

Sebelum melaporkan kepada Nurdin, pihak Nana juga sudah berdialog langsung dengan Dedi terkait perlakuannya terhadap para Ulama. Tetapi kata Nana, tidak diindahkan oleh Dedi. "Jon jon bae (re:bodo amat) terus maju berdasarkan karakter dia sendiri.Ulama tidak lagi diperhatikan tausiahnya," kata dia dengan nada kesal.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP