Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

GMPG ibaratkan surat sakti Setya Novanto seperti supersemar

GMPG ibaratkan surat sakti Setya Novanto seperti supersemar Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Koordinator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyinggung penunjukkan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum untuk menggantikan Setya Novanto (Setnov). Dia melihat, keputusan tersebut layaknya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

"Saya agak kaget pleno semalam itu, pertama saya ingin pleno itu bicarakan masalah perubahan dengan cara munaslub yaitu pergantian ketum baru. Namun, malah membicarakan plt yang mana seakan akan Setya Novanto enggak mau mundur. Kemudian yang dibicarakan di sana itu seperti surat supersemar saja," ujar Doli saat diskusi Partai Golkar mencari pemimpin baru di DPP Kosgoro, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Dari balik jeruji, Novanto kirim dua surat. Pertama ditujukan kepada pimpinan DPR yang minta tak membahas pencopotan dirinya dari ketua DPR. Surat kedua kepada DPP Golkar yang meminta Idrus Marham jadi plt ketua umum dan Yahya Zaini serta Azis Syamsuddin jadi plt sekjen.

Doli melihat, kepemimpinan Golkar saat ini kental dengan nuansa kepentingan pribadi maupun kelompok. Sehingga sistem di tubuh partai Golkar tidak berjalan dengan baik.

"Karena kepemimpinan sekarang ini mengelola partai dengan kepentingan kelompok, sehingga ketika orang mau maju kemudian disinggung kepentingan pribadi Setya Novanto, enggak jadi maju," kata Doli.

Dia memandang, terkait penunjukkan Plt kepada Sekjen, Setnov tak menganggap adanya Ketua Harian dan para Koordinator partai. Doli berharap, Partai Golkar ke depan lebih memprioritaskan kepentingan partai bukan pribadi.

"Saya mau Plt Sekjen nya ini, sampean harus ikut. Berarti itu Novanto tak menganggap ketua harian dan Korbid itu sebagai Plt, kemudian jatuh ke Sekjen. Ini kan kembali kepada suatu kepentingan pribadi dan kelompok," katanya.

"Ke depan dimana pemimpin itu lebih mengutamakan kepentingan partai dulu jangan kelompok, sehingga kalau ada problem, pendekatan sistem itu jadi berjalan," sambung Doli.

Lebih lanjut, Doli menjelaskan, nasib Golkar saat ini ini berada pada dewan pakar, dan Ketua DPD provinsi untuk mengharumkan kembali reputasi partai.

"Taruhannya ini adalah citra Partai Golkar yang semakin terpuruk," tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP