Giliran 'Japri' laporkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah ke MKD

Kamis, 4 Oktober 2018 17:34 Reporter : Sania Mashabi
Giliran 'Japri' laporkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah ke MKD japri laporkan fahri dan fadli ke MKD. ©2018 Merdeka.com/sania mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah kembali dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Mereka dilaporkan oleh Jaringan Advokat Pengawal NKRI (Japri) atas dugaan penyebarluasan cerita bohong aktivis Ratna Sarumpaet.

"Melaporkan Fadli Zon, Fahri Hamzah dan dua anggota lainnya Rachel Maryam dan Mardani Ali Sera. Ini terkait kebohongan publik yang mereka sebarkan," kata Presiden Japri, Sidik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10).

Selain penyebaran hoaks, Sidik juga melaporkan Fadli atas dugaan perendahan martabat Kepolisian. Perendahan martabat Kepolisian itu juga terkait dengan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Dia menyatakan percuma mereka membuat laporan Polisi padahal waktu itu Ratna Sarumpaet belum menyatakan bahwa dia berbohong. Sehingga tidak seharusnya dia merendahkan martabat Kepolisian dengan menyatakan percuma membuat laporan. Dua hal itu yang kami laporkan," ungkapnya.

Sidik menilai, kebohongan semacam ini berbahaya bagi demokrasi bangsa. Terlebih lagi saat kondisi Indonesia tengah dirundung musibah. Karena itu, ia berharap MKD bisa segera menghukum empat Anggota DPR itu.

"Kami berharap MKD berdasarkan Pasal 122A UU 2 Tahun 2018 dapat menghukum mereka dan memberi sanksi berdasarkan Pasal 147 UU 17 Tahun 2014. Kami berharap dapat memberi sanksi berat, tidak hanya sanksi tertulis atau ringan," ucapnya.

Di tempat, Anggota Japri, Ade Yanyan mengungkap alasan lain pelaporan empat anggota DPR ini. Kata dia, DPR seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia.

"Makanya kami berharap gimanapun, Fadli Zon Fahri Hamzah dan Rachel Maryam dan Mardani itu tokoh masyarakat, anggota Dewan, biarlah menjadi contoh dan menjaga nuansa yang tidak tegang dan pemilihan bisa berjalan demokratis tanpa berita bohong yang akan memunculkan tafsir lain di masyarakat bawah," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah advokat yang tergabung dalam Koalisi Advokat Pengawal Konstitusi melaporkan Fahri, Fadli, Rachel dan Mardani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Tuduhannya sama, mereka dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik terkait penyebaran kabar bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini