Gibran Maju Pilkada Solo, Sekjen PDIP Bilang Ada Mekanisme yang Diputuskan Megawati

Kamis, 24 Oktober 2019 13:17 Reporter : Hari Ariyanti
Gibran Maju Pilkada Solo, Sekjen PDIP Bilang Ada Mekanisme yang Diputuskan Megawati Gibran Rakabuming di Jalan Teuku Umar. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendampingi putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertemuan berlangsung di kediaman Megawati Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10) siang.

Hasto mengatakan, pertemuan ini tak secara khusus membahas soal Pilkada Solo. Gibran sebelumnya pernah mengatakan, akan maju dalam Pilkada Solo 2020 mendatang.

"Kalau urusan Pilkada sudah ada mekanismenya. Jadi nanti ada survei, ada pemetaan politik, baru keputusan politik yang diambil Ibu Mega," kata Hasto kepada wartawan di depan rumah Megawati.

Hasto melanjutkan, pertemuan ini bertujuan untuk silaturahmi. Namun dia juga belum tahu apakah akan ada obrolan soal Pilkada Solo dalam pertemuan itu.

"Ini agenda silaturahmi, seorang anak muda Gibran bertemu Ibu Mega. Maka saya mendampinginya sebagai orang partai makanya saya pake baju partai," ujar dia.

Hasto menambahkan, pertemuan hari ini direncanakan pada saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju kemarin. Hasto mengatakan kemarin ada pertemuan antara Megawati dan Presiden Jokowi dan di lokasi ada juga Gibran.

"Dan disampaikan bahwa Mas Gibran mau bersilaturahmi ke Ibu Mega, maka hari ini saya mendampingi beliau (Gibran)," kata dia.

Menurutnya, Megawati menaruh perhatian besar pada anak-anak muda. Menurut dia, PDIP juga membuka diri dan menampung aspirasi anak-anak muda.

"Ibu Mega itu sosok pendengar yang baik, membangun organisasi sehingga PDIP terus bisa survive dan berkemajuan, karena kami juga terus melihat kemajuan zaman," tukas dia.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka tetap akan maju dalam Pilkada Kota 2020 melalui PDIP. Sebagai kader PDIP, ia menolak mendaftar melalui jalur independen. Ia menyebut, dalam waktu dekat akan mendaftarkan diri melalui DPP PDIP.

"Saya tidak pernah sekalipun, dimanapun, ke siapapun kalau mau mendaftar melalui independen. Saya ini sudah dapat KTA PDIP, ya majunya lewat PDIP," ujar Gibran, di Solo, Sabtu (19/10).

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengaku sudah berkonsultasi dengan sejumlah senior partai di pusat untuk rencana tersebut. Katanya, lanjut dia, aturannya dirinya masih berkesempatan untuk mendaftar melalui DPD atau DPP.

"Jadi sudah jelas ya, saya tidak akan lewat independen, tetep maju lewat PDIP. Dalam waktu dekat," tandasnya," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, saat ini dirinya sudah mempersiapkan tim khusus untuk maju dalam Pilkada Kota 2020. Namun ia enggan menyebutkan siapa saja anggota tim tersebut.

1 dari 1 halaman

PDIP Solo Tolak Gibran

Sementara PDIP Solo sudah menyerahkan dua nama kepada pengurus partai pusat. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu bisa berharap lewat jalur independen atau menunggu dapat kesempatan lain.

Dua nama diusung PDIP Kota Solo, yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Mereka adalah Wakil Wali Kota dan Sekretaris DPC PDIP Solo. Kedua nama itu diserahkan langsung ketua DPC PDIP sekaligus wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Berkas Purnomo dan Teguh langsung dikirim Rudy ke DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi. Namun, belum diketahui kapan rekomendasi tersebut turun.

"Partai hanya menugaskan Purnomo-Teguh untuk menjadi bakal calon. Itu aspirasi dari anak ranting sampai PAC," kata Rudy kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Menurut Rudy, keduanya merupakan hasil penjaringan internal partai. Penjaringan internal dilakukan karena perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Solo lebih dari 25 persen. Sehingga dua nama itu merupakan usulan dari pengurus wilayah.

Selain itu, untuk Pilkada 2020 nanti, DPC PDIP Solo diberikan hak otonom melakukan seleksi pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Pemberian ini sebagai apresiasi atas perolehan hasil Pemilu 2019 PDIP mendapatkan 62 persen.

FX Rudyatmo menyarankan Gibran memperdalam tentang kepartaian maupun kemasyarakatan terlebih dulu. Pembelajaran itu bisa didapat dengan mengikuti seolah partai agar lebih matang. Dengan cara itu, tidak menutup kemungkinan Pilkada Serentak 2024 justru menjadi peluang besar.

Bila dibandingkan dengan Achmad Purnomo, tentu pengalaman Gibran masih jauh. Wakil wali kota selama dua periode itu, kata Rudy, pantas mendapatkan kepercayaan untuk menjadi bakal calon wali kota yang ditugaskan partai. Buktinya perolehan suara PDIP pada Pemilu meningkat. Saat Rudy dan Purnomo maju lagi, meningkat menjadi 30 kursi.

"Mengurus pemerintahan tidak segampang yang dibayangkan, tidak hanya cukup bermodal muda usia saja," kata Rudy. [gil]

Baca juga:
Sowan ke Megawati, Gibran Rakabuming Bawakan Gudeg
Gibran akan Sambangi Rumah Megawati, Diduga Bahas Pencalonan di Pilwalkot Solo 2020
Gibran Ngotot Ikut Pilwalkot Solo, Purnomo akan Istirahat Jika Tak Didukung DPP PDIP
Dulu Anti, Kini Gibran Serius Terjun ke Dunia Politik
Tolak Jalur Independen, Gibran Ngotot Daftar Cawalkot Lewat PDIP
FX Rudy Bantah Putranya Maju Pilwalkot Solo 2020
PDIP akan Coret Gibran dari Keanggotaan Jika Maju Pilkada Jalur Independen

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini