Gerindra nilai wajar PKS 'ngarep' coattail effect dari Sandiaga

Senin, 22 Oktober 2018 17:49 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra nilai wajar PKS 'ngarep' coattail effect dari Sandiaga sandiaga teken prasasti RS Islam Jombang. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada seluruh kadernya untuk terus mengoptimalkan kampanye terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Juru Bicara Prabowo-Sandi Andre Rosiade memandang, instruksi tersebut agar PKS meraih coattail effect di Pemilu 2019.

"Saya rasa sih wajar saja ya, bang Sandi itu kan tidak punya partai alias non partisan, tentu PKS maupun yang lain tentu berharap coattail effect dari Bang Sandi ya. Itu hal yang lumrah saja partai partai ngarep coattail effect dari Bang Sandi," katanya saat dihubungi wartawan, Senin (22/10).

Andre menuturkan, partai pengusung Prabowo-Sandi seperti PKS, Demokrat, PAN, Demokrat dan Berkarya akan sulit mendapat coattail effect dari Prabowo Subianto yang sudah melekat ke Gerindra. Maka dari itu, figur Sandiaga dimanfaatkan partai politik pengusung.

"Kalau Pak Prabowo kan sulit, Prabowo kan ketua umum partai Gerindra, ketua dewan pembina partai Gerindra, sehingga ya coattail effect Pak Prabowo kebanyakan jatuh ke Gerindra. Mungkin itu pertimbangan pertimbangan partai, sehingga mereka mengincar coattail effect dari Bang Sandi," tuturnya.

Politikus Gerindra itu tak ingin mencampuri urusan internal politik PKS. Baginya, PKS sudah berkomitmen memenangkan Prabowo-Sandiaga dalam laga Pilpres 2019. Hal tersebut juga tidak mengganggu kekompakan koalisi Adil Makmur.

"Yang penting kita bekerja saja, fokus untuk memenangkan suara rakyat. apakah Pak Prabowo ataupun Bang Sandi yang diajak (partai untuk kampanye), kan sama saja, yang penting Prabowo-Sandi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada seluruh kadernya untuk terus mengoptimalkan kampanye terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman melalui surat edaran Nomor 05/D/EDR/DPP PKS/2018.

Dalam surat yang dikeluarkan pada tanggal 17 September 2018 tertulis semua kader dari Fraksi PKS harus menginisiasi untuk memenangan Sandiaga di Pilpres 2019. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) bagi PKS.

Para anggota fraksi juga diharuskan mengoordinasikan jadwal kampanye ke Direktur Pencapresan PKS, Mardani Ali Sera.

"Memang ada surat edaran itu. Bukan berarti belum dilakukan kampanye pileg dan pilpres. Itu hanya menegaskan, menguatkan, jadi kebijakan dasarnya kita, PKS mendukung Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres," kata Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).

Hidayat mengatakan, keberadaan surat tersebut hanya untuk penguatan dan singkronisasi kampanye Pilpres 2019. Sandiaga dipilih sebagai fokus PKS, kata Hidayat, karena lebih sering turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Indonesia.

"Kan faktanya sekarang ini yang selalu turun ke lapangan kan selalu dengan pak Sandi. Pak Sandi lagi banyak turun. Mungkin ya karena beliau yang real banyak turun sekarang ini ya sudah dibarengi dengan yang banyak turun saja," ungkapnya.

Meski begitu Wakil Ketua MPR ini yakin jika surat tersebut tidak menitik beratkan pada Sandiaga, tetapi juga Prabowo Subianto sebagai capres.

"Mungkin karena Pak Sandi komunikatif kepada PKS dan memang juga kita sudah terbiasa jalan dengan beliau dalam konteks Pilgub DKI. Tapi kebijakan dasar tidak berubah. Bahwa kita akan memenangkan sekaligus Prabowo-Sandi," ujarnya.

Tambahnya, PKS juga tidak pernah menggantungkan Cottail Effect pada pasangan capres-cawapres. Dia menegaskan, selama ini partainya selalu bergantung pada kemampuan dan soliditas para kadernya.

"Tahun 2009 juga begitu. 2014 juga. Jadi kami PKS, tidak membasiskan pilihan politik kami pada kemungkinan mendapat cottail effect. Kami selama ini membasiskan diri pada kemampuan mesin partai, soliditas partai, dan kinerja partai dan anggotanya," ucapnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini