Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerah lihat komitmen anggota DPR, alasan mantan jurnalis ini jadi caleg PSI

Gerah lihat komitmen anggota DPR, alasan mantan jurnalis ini jadi caleg PSI Caleg PSI. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Rendahnya komitmen para anggota DPR dalam melaksanakan tugasnya, termasuk cara perumusan dan pembuatan undang-undang yang kerap merugikan banyak pihak membuat Yurgen Alifia memutuskan terjun ke dunia politik. Mantan wartawan televisi itu memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai kendaraan politik dan menjadi calon anggota legislatif di Pemilu 2019.

Yurgen adalah mantan jurnalis Metro TV, Voice of Amerika (VoA), serta sempat menjadi koresponden di CNN Indonesia. Karirnya selama 4 tahun di dunia jurnalistik membuatnya sadar ada yang tidak beres dengan Indonesia, terutama dalam masalah politik.

"Dalam pengalaman jurnalistik, saya banyak ditugaskan meliput di DPR. Saya melihat sendiri rendahnya komitmen banyak anggota DPR, bahkan untuk hal-hal kecil seperti datang rapat kerja maupun sidang paripurna," ujar Yurgen, di Kantor DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (29/8).

Di sisi lain, alasan lain dirinya terjun ke dunia politik karena sebagai mahasiswa di Oxford, dia belajar banyak tentang perumusan kebijakan publik.

Dia mengaku gusar dan marah dengan proses perumusan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang kerap mengesampingkan sains dan data sehingga merugikan banyak orang.

Itu pulalah yang membuatnya memilih partai besutan Grace Natalie. Karena, PSI disebutnya memiliki kesamaan visi untuk memperbaiki kondisi politik di Indonesia yang penuh dengan korupsi.

Yurgen akan memperebutkan salah satu kursi anggota DPR di Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) dalam pemilu legislatif nanti. "Itu membuat saya terjun ke politik di usia muda. Kemudian, saya mengetahui tentang PSI. Kesamaan visi untuk mereformasi partai politik, melawan korupsi, mencegah intoleransi, serta menciptakan Indonesia yang adil dan makmur membuat saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai kendaraan politik," katanya.

Sementara Muhammad Rizky, jurnalis TVOne yang juga menjadi caleg PSI dari Dapil Sumatra Selatan I (I (Kab Musi Rawas, Kab musi Banyuasin, Kab Banyuasin, Kota Palembang, Kab Musi Rawas Utara, Kota Lubuk Linggau) mengatakan, terjun ke politik adalah bentuk tanggung jawabnya untuk mengurus negara ini agar terus semakin baik dan bukan memburuk.

"Dengan berpolitik, kita bisa berperan aktif dan langsung dalam membuat kebijakan dan peraturan. Sebagai jurnalis, selama ini peran saya adalah menyampaikan fakta dan melakukan kontrol sosial atau sebagai watch dog. Itu semua membuat saya terus terpacu dan terdorong untuk memperbaiki bangsa ini," ujarnya.

Perihal pilihan jatuh ke PSI, Rizky menyatakan, dirinya saya sama sekali tidak pernah membayangkan ada partai yang benar-benar original, bukan partai daur ulang. "Kedua, saya yakin betul dengan partai ini karena dipimpin anak muda dan tanpa meminta syarat apa-apa jika ada warga yang ingin maju sebagai caleg. Kemudian, langkah-langkah konkret yang dilakukan PSI seperti menggugat UU MD3 adalah hal yang luar biasa," kata Abang Jakarta 2002 ini.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP