Gede Pasek sebut SBY ketum alergi, Hinca lebih tepat ketimbang Ibas

Senin, 1 Juni 2015 15:46 Reporter : Rizky Andwika
Gede Pasek sebut SBY ketum alergi, Hinca lebih tepat ketimbang Ibas Gede Pasek jenguk Anas Urbaningrum. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika menilai tepat keputusan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menunjuk Hinca Panjaitan sebagai sekjen. Pasalnya, Hinca yang memiliki latar belakang hukum dinilai diperlukan untuk mengisi posisi tersebut, ketimbang diisi oleh Syarief Hasan dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang menurutnya sering menabrak aturan.

"Secara umum penunjukkan Sekjen sudah tepat. Sesuai kebutuhan Demokrat saat ini yang memerlukan seorang organisatoris yang paham hukum. Kan menjadi fakta selama ini surat menyurat Demokrat banyak bermasalah ketika zaman Syarief Hasan sebagai Ketua Harian dengan Ibas. Sehingga banyak potensi yang melanggar hukum di dalamnya," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/6).

Pasek menilai, pola struktur pengurus inti Demokrat yang baru diumumkan SBY beberapa hari lalu itu agak berbeda dengan tradisi Partai Demokrat sebelumnya. Senator asal Bali ini menjelaskan dulu partainya menggunakan pola 'Winning for all' di mana ada perangkulan yang kalah dan membangun kekuatan bersama kembali untuk kompetisi ke luar.

Namun sekarang pola yang diterapkan SBY yaitu 'Winning take all' yang di mana si pemenang ambil alih semua sehingga kekuatan makin absolut.

"Ruang sharing power makin tertutup karena tidak ada ada absolutely Power, di mana yang berbeda disingkirkan dari posisi kunci. Secara politik itu sah walau melanggar tradisi yang dibangun selama ini. Mungkin karena ketika Anas Urbaningrum melakukan pola sharing Power secara berimbang malah berdampak dirinya justru didongkel oleh kekuatan yang dirangkulnya tersebut. Sehingga belajar dari pengalaman itu," paparnya.

"Ketum sekarang alergi buka ruang kekuatan penyeimbang di internal partai. Itu sah-sah saja karena politik adalah pilihan. Tinggal ujiannya nanti apakah itu diminati masyarakat atau tidak karena semua kelompok kan punya juga garis dukungan politik. Apapun itu saya ucapkan selamat bekerja dalam merawat spirit demokrasi sebagai roh," lanjut loyalis Anas Urbaningrum ini. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini