Kemesraan politik Anies dan Ganjar ini memberikan sinyal wacana bergabungnya kubu paslon 01 dan 03 bergabung di putaran kedua Pilpres 2024.
Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan merespons pernyataan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang membawa narasi perubahan. Anies merasa bersyukur semakin banyak pihak yang menginginkan sebuah perubahan.
Advertisement
"Kita bersyukur bahwa makin hari makin banyak yang ikut perubahan,"
kata Anies, kepada wartawan, Sibolga, Sumatera Utara, Jumat (12/1).
Saat ditanya, apakah ada indikasi kubu Ganjar merapat ke Anies, dia pun tak menjawab secara detail. Dia hanya menegaskan, bahwa dirinya yang awal mengusung perubahan.
"Kita, kami melakukan acara desak, diskusi terbuka. Kemudian yang lain ikut, alhamdulillah. Kemudian berdialog dengan masyarakat lewat tiktok yang lain ikut alhamdulillah. Kami dari awal mengusung gagasan perubahan sekarang ada yang menggagas perubahan juga, alhamdulillah," ujar dia.
Saat kembali ditegaskan apakah pertanda antara kubu Anies dengan Ganjar bergabung, dia mengaku tak mengetahuinya.
"Enggak tahu kita," imbuh Anies.
Advertisement
Sebelumnya, Ganjar menyerukan kata perubahan saat sambutan di HUT ke-51 PDIP. Ganjar mengatakan pemilihan umum (Pemilu) 2024 menjadi alat untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan untuk rakyat.
Mulanya, dia menyampaikan tiga hal yang selalu disampaikan oleh masyarakat selama dia turun langsung ke akar rumput.
Pertama adalah hal-hal yang terkait dengan pemenuhan 'perut' masyarakat. Sebab, banyak daerah di Indonesia yang mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan mereka untuk hidup.
"Kedua,'Kenapa kami yang tidak punya kemampuan lebih, untuk bisa membiayai pendidikan, akses kami selalu terputus, dan kami kami masuk terputus sekolah, akses pendidikan?'. Kami mengharapkan itu agar nasib kami jauh lebih baik, ketika kami mendapatkan pendidikan yang baik," ujar Ganjar dalam sambutannya di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (10/1).
"Ketiga, kenapa kami tidak bisa mendapatkan akses kesehatan yang sama," sambungnya.
Menurutnya, ketiga hal tersebut kerap disuarakan oleh ibu-ibu di seluruh wilayah Indonesia. Suara-suara tersebut juga dititipkannya kepada PDIP yang di usia ke-51 tahun ini mengusung "Satyam Eva Jayate" yang artinya kebenaran pasti menang.
Oleh karena itu, pemilu menjadi momentum harapan akar rumput untuk mengubah nasibnya.
Advertisement
"Inilah bounding kita pada hari ini, dan pemilu adalah sebuah harapan perjuangan perubahan, dan PDI Perjuangan menjadi harapan untuk memperjuangkan wong cilik," tegas Ganjar.