FX Rudy Sebut Kader Daftar ke PDIP Jateng Mau Ikut Pilkada Tak Tahu Aturan

Senin, 9 Desember 2019 22:05 Reporter : Arie Sunaryo
FX Rudy Sebut Kader Daftar ke PDIP Jateng Mau Ikut Pilkada Tak Tahu Aturan fx rudy. ©2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Sejumlah kader PDIP Kota Solo menyatakan keinginannya untuk ikut bertarung dalam Pilkada 2020. Selain putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka juga ada nama anggota DPRD Ginda Ferachtriawan serta mantan anggota DPRD Purwono.

Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menilai, kader tersebut tidak mengerti aturan. Wali Kota Solo itu menilai, ketiganya tidak memahami Peraturan PDIP nomor 24 tahun 2017. Kendati demikian, ia mempersilakan siapapun kader partainya yang ingin mendaftar langsung lewat DPD PDIP Jateng.

"Silakan saja mendaftar, itu artinya mereka tidak paham PP 24 tahun 2017. Baru kali ini ada pendaftaran," ujar Rudy Senin (9/12).

1 dari 4 halaman

Rudy menerangkan, dalam PP 24 tahun 2017 Pasal 10, DPC yang memperoleh suara minimal 25 persen dalam Pemilu, diberikan hak melakukan penjaringan tertutup, tanpa harus membuka pendaftaran bakal calon.

Apa yang dilakukan ketiga kadernya itu, kata Rudy, merupakan keinginan pribadi. Majunya mereka diduga karena nama mereka tidak terpilih dalam penjaringan internal PDIP.

"Mereka seharusnya tahu proses penjaringan sudah rampung, makanya daftarnya ke DPD. Mereka ingin jadi wakil walikota tapi malu. Apalagi saat penjaringan nama mereka tidak ada," katanya.

2 dari 4 halaman

Kendati demikian, Rudy menyebut, tidak akan memberikan sanksi apapun atas tindakan mereka. Apalagi instruksi pendaftaran yang dikeluarkan DPP PDIP sah. Sanksi baru akan diberlakukan jika mereka mendaftar melalui partai lain.

"Biarkan dulu, kita lihat dulu," pungkas Rudy.

Diketahui sebelumnya, sejumlah kader PDIP di wilayah Solo Raya mengambil formulir pendaftaran untuk Pilkada serentak 2020. Mereka ada yang mendaftar sebagai bakal calon bupati/wakil bupati maupun wali kota atau wakil wali kota.

3 dari 4 halaman

Para pengurus partai maupun kader partai berlambang kepala banteng moncong putih itu terpaksa mendaftarkan diri ke DPD PDIP Jawa Tengah. Sebab, pendaftaran di tingkat DPC asal sudah ditutup. Ironisnya mereka tak mengerti jika ada pendaftaran atau atau tak diberi kesempatan oleh panitia penjaringan.

"Sebagai ketua PAC (Pimpinan Anak Cabang) Mojolaban saya tidak diberitahu kalau ada penjaringan bakal calon bupati. Saya kecewa, seharusnya kalau ada penjaringan kan lewat Ranting dan PAC," ujar Purwadi yang juga menjabat Wakil Bupati Sukoharjo, saat ditemui di rumah dinas, Minggu (8/12) malam.

Purwadi mengatakan, ia datang mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD PDIP Jateng, Jalan Brigjen Katamso No. 24, Semarang. Selain dirinya ada 5 kader lainnya yang ikut mengambil formulir. Keempat orang tersebut mendaftar sebagai calon wakil bupati, yakni A.A Bambang Haryanto, Indra Surya, Puguh Suharto dan Sarmedi. Sedangkan seorang kader lainnya adalah pengacara kondang Henry Indraguna mendaftar sebagai calon bupati.

"Awalnya kami hanya berlima, Pandawa Lima, namun di tengah perjalanan Pak Sarmedi juga ingin mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati dan akhirnya kami berenam bersama-sama. Setelah kita terus berkoordinasi berenam, maka kita berangkat bersama-sama untuk mengambil formulir dan mengembalikan juga bersama. Kami berkomitmen siapapun yang mendapat rekomendasi akan didukung penuh," katanya.

4 dari 4 halaman

DPC PDIP Sukoharjo telah menetapkan satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yakni Etik Suryani dan Agus Santosa untuk diusung pada Pilkada 2020. Etik merupakan istri Bupati Sukoharjo saat ini, Wardoyo Wijaya yang juga merangkap menjadi Ketua DPC PDIP setempat. Sedangkan pasangannya, Agus Santoso saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemkab Sukoharjo.

Nama pasangan itu sudah diusulkan ke DPP PDIP dan tinggal menunggu rekomendasi dari ketua umum parpol. Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan nama pasangan Etik-Agus sudah diserahkan ke DPP PDIP melalui DPD PDIP Jawa Tengah. [rnd]

Baca juga:
PAN Belum Berencana Usung Putra Jokowi
Gibran Jajan Es Teh di PKL, Andre Rosiade Bilang Rakyat Sudah Tak Terpukau Pencitraan
Gerindra: Tak Bisa Halangi Gibran Maju Pilkada Cuma Karena Anak Jokowi
PDIP Panggil Anggota DPRD Solo Usai Ambil Formulir Calon Kepala Daerah
Pintu DPC Tertutup, Sejumlah Kader PDIP Solo Raya Daftar Pilkada ke PDIP Jateng
Jatuh Hati, PKB Mantap Dukung Gibran di Pilwalkot Solo 2020

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini