Faktor Ini Dinilai Bikin Erick Thohir Cawapres Paling Kontributif secara Elektoral

Rabu, 28 September 2022 12:30 Reporter : Merdeka
Faktor Ini Dinilai Bikin Erick Thohir Cawapres Paling Kontributif secara Elektoral Menteri BUMN bersama Menteri Investasi Raker dengan Komisi VI DPR. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Lembaga Survei Charta Politika Indonesia mencatat, simulasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo-Erick Thohir mendapat elektabilitas tinggi 35,8 persen. Menteri BUMN tersebut dinilai sebagai cawapres paling kontributif secara elektoral.

Pengamat Politik Emrus Sihombing menjelaskan kenapa Erick Thohir mampu menjadi figur yang paling mampu mendongkrak Ganjar. Menurutnya, Erick Thohir paham mengenai isu teknologi dan digital.

"Pak Erick Thohir paham mengenai dunia teknologi dan digital. Kemampuannya mumpuni di era sekarang," kata Emrus Sihombing dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (28/9).

Hal ini, lanjut Emrus, membuat Erick Thohir dianggap mampu menjadi pemimpin yang memberikan harapan baru bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Selain itu juga keahlian digital yang dimiliki mantan Presiden Inter Milan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan.

"Sehingga masyarakat menilai sosoknya sangat dibutuhkan untuk membawa kemajuan-kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia," jelasnya.

Dalam hasil survei terbaru Charta Politika Indonesia, disimulasikan pasangan Ganjar-Erick Thohir, Ganjar-Airlangga Hartanto, Ganjar-Sandiaga Uno dan Ganjar-Ridwan Kamil. Hasilnya, nama Erick Thohir paling kontributif sebagai cawapres dengan menyumbang elektabilitas terbanyak.

Duet Ganjar-Erick Thohir berhasil mengumpulkan elektabilitas hingga 35,8 persen. Sementara pasangan lain memiliki elektabilitas lebih rendah yakni Ganjar-Sandiaga 34,7 persen, Ganjar-RK 34,4 persen, dan terakhir Ganjar-Airlangga 33,1 persen.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan, tingginya elektabilitas Ganjar sebagai Capres tidak lepas dari banyaknya dukungan masyarakat terhadap dia itu di empat zona wilayah berbeda se-Indonesia.

"Dari responden Jateng dan DIY sebanyak 67 persennya mendukung Ganjar menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini. Kemudian di Jawa Timur 25,8 persen, lalu di Bali, NTB, dan NTT 53,3 persen, dan juga di Maluku serta Papua dengan 30 persen dukungan," kata Yunarto, Kamis (22/9).

Dalam hasil survei ini, Yunarto menyatakan bahwa pengetahuan publik terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terbilang tinggi. Berdasarkan survei, sebanyak 75 persen dari total responden mengetahui perhelatan demokrasi tersebut.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan secara tatap muka pada 6 sampai 13 September 2022. Para responden merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu, yakni WNI berusia minimal 17 tahun.

Responden dipilih melalui metode Multistage Random Sampling sebanyak total 1220 responden. Margin of error survei ini sebesar 2,82 persen dengan quality control dari 20 persen responden.

Baca juga:
PKS Mengaku Tak Minat Gabung KIB
Gerindra: Cak Imin Cawapres Potensial Prabowo
Gerindra Bicara Isu Jokowi Cawapres Prabowo: Reputasi dan Rekam Jejak Jelas
PDIP Pastikan Duet Prabowo-Jokowi Tidak Mungkin Terjadi
Safari Puan Maharani Berlanjut Menemui Airlangga Hartarto Pekan Depan
Tak Mau Kalah, PKS Ajukan 5 Tokoh Parpol Jadi Cawapres di Poros NasDem

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini