Fadli Zon Anggap 'Ancaman' Amien Rais ke Haedar Nashir Hal Wajar

Jumat, 23 November 2018 02:15 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon Anggap 'Ancaman' Amien Rais ke Haedar Nashir Hal Wajar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Fadli Zon menganggap ucapan Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais yang akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika tak tentukan dukungan di Pilpres 2019 bukanlah bentuk intervensi.

Menurut Fadli, perihal ajak-mengajak dukungan adalah hal yang lumrah terjadi diinternal organisasi.

"Kalau mengajak kan enggak ada masalah ya apalagi Pak Amien kan orang dalem. Pak Amien juga adalah sesepuh di sana mantan ketum lagi saya kira sah-sah saja itu internal di muhammadiyah sendiri, sah-sah aja tapi kan mereka kan punya mekanisme," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menegaskan tindakan Amien tidak bisa disebut intervensi. Sebab, kata dia, Amien dengan Muhammadiyah sudah seperti keluarga.

"Kalau sesama orang dalam itu mengajak masa intervensi. Itu kan keluarga sendiri maksudnya Pak Amien-nya ya," ucapnya.

Sebelumnya, Amien Rais menegaskan akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika organisasinya tidak menetukan pilihan pada Pemilihan Presiden 2019.

"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di pilres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," ujar Amien Rais di sela Tablig Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic CenterSurabaya, Selasa (20/11).

Menurut dia, bukan merupakan fatwa jika pimpinan menyerahkan diri-sendiri ke kader kepada siapa suaranya akan diberikan, maka dibutuhkan ketegasan demi terwujudnya pemimpin yang sesuai harapan.

PP Muhammadiyah, kata dia, tidak bisa diam saja atau tidak jelas sikapnya untuk menentukan kepala negara pada periode 2019-2024. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini