Enggan Bicara Peluang jadi Wagub DKI, Syaikhu Tegaskan PKS Solid Dukung Prabowo

Minggu, 10 Maret 2019 01:36 Reporter : Aksara Bebey
Enggan Bicara Peluang jadi Wagub DKI, Syaikhu Tegaskan PKS Solid Dukung Prabowo Ahmad Syaikhu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjamin persoalan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak akan mengganggu konsentrasi Pilpres maupun merusak hubungannya dengan Partai Gerindra. Terlebih, pemberian 'jatah' mendampingi Anies Baswedan kepada PKS sudah dijamin Prabowo Subianto.

Salah seorang kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Syaikhu mengungkapkan bahwa konsentrasi para koalisi pendukung Prabowo Subianto di Pilpres tetap berjalan 100 persen. Ketua DPW PKS Jabar ini menyebut persoalan kursi Wakil Gubernur DKI sudah rampung.

Saat ini, ia dan kandidat lain yang juga dari PKS, Agung Yulianto tinggal menunggu mekanisme keputusan dari DPRD DKI. Prosesnya pun ia prediksi tak akan memakan waktu yang lama.

Seperti diketahui, Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah pasal 176 ayat (1) UU Pilkada menyebutkan jika wakil gubernur berhenti karena permintaan sendiri, maka pengisian kursi wakil gubernur dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD. Pemilihan berdasarkan usulan dari partai politik atau partai politik pengusung.

Sementara Ayat (2) menyebutkan partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon wakil gubernur kepada DPRD melalui gubernur untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

"Peluang saya 50-50. Kang Aher (Ahmad Heryawan) kan dua periode di sini (Jabar), paling tidak ada kader Jabar yang di DKI," katanya saat dihubungi, Sabtu (9/3).

Alih-alih membahas lebih lanjut seberapa besar peluangnya untuk terpilih, ia mengapresiasi Gerindra yang bisa memenuhi komitmennya memberikan posisi politis untuk PKS.

"Inilah yang kemudian jadi janji Pak Prabowo bahwa kursi Wagub DKI ini untuk PKS. Sekarang kita tunggu saja. Saya yakin mereka (DPRD DKI Jakarta) sudah sangat paham dalam proses pemilihan wagub pengganti ini," pungkasnya.

Posisi Wagub DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno mundur karena mencalonkan diri menjadi calon wakil presiden, 10 Agustus 2018 tahun lalu. Sejak itu Anies bekerja sendirian tanpa wakil dalam mengelola pemerintahan Jakarta. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini