Elektabilitas Prabowo-Sandiaga rendah, Sekjen PAN bandingkan dengan Pilgub DKI
Merdeka.com - Hasil survei Prabowo-Sandiaga kalah cukup jauh dari petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Survei elektabilitas LSI Denny JA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin mendapat 52,2 persen sedangkan lawannya hanya 29,5 persen.
Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno percaya diri hasil itu akan berubah di hari pencoblosan. Dia membandingkan ketika Pilgub DKI Jakarta pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memiliki elektabilitas 'dhuafa'.
"Ketika Anies Sandi bertarung di DKI mereka memulai dengan elektabilitas 'dhuafa' tapi nyatanya di hari akhir toh bisa menang melawan petahana. Apa yang kita lihat di depan mata tentu akan berbeda perjalanan kita mungkin enam sampai delapan bulan datang sampai hari H untuk pencoblosan yang akan datang," kata Eddy di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Rabu (22/8).
Dia mengatakan angka yang kecil tak membuatnya berkecil hati. Itu bakal menjadi bahan evaluasi. Eddy yakin akan terjadi perubahan ketika mulai mensosialisasikan pasangan calon ke masyarakat.
"Angka yang menjadi acuan kita untuk memacu diri kita lebih besar lagi lebih kuat lagi karena kita tak berkecil hati yang ditampilkan oleh LSI tersebut," kata dia.
Dia meyakini sosok Sandiaga banyak bonusnya untuk meraih suara. Sebab, dia mampu menarik banyak golongan. Mulai dari kaum milenial, kelompok emak-emak, dan juga sosok pengusaha.
"Bonusnya banyak ini jadi modal dasar untuk mensosialisasikan mas Sandi untuk konstituen ke depannya," kata dia.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya