Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan kondisi perekonomian di Provinsi Papua Tengah yang mengalami kontraksi signifikan. Angka pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut tercatat minus 8 persen. Laporan ini disampaikan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai inflasi daerah.
Pertemuan penting tersebut berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/11). Mendagri Tito menjelaskan bahwa penyebab utama dari kontraksi ekonomi ini adalah terhambatnya aktivitas ekspor dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Gangguan produksi dan distribusi menjadi faktor krusial dalam situasi ini.
Dampak dari tertahannya ekspor Freeport sangat terasa di tingkat lokal, khususnya bagi perekonomian di Timika dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini menyoroti pentingnya stabilitas operasional perusahaan besar terhadap kesejahteraan ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Insiden Penghambat Ekspor Freeport Indonesia
Tito Karnavian merinci beberapa faktor yang menjadi penghambat utama produksi dan distribusi PT Freeport Indonesia. Salah satu insiden krusial adalah kebakaran yang melanda smelter PTFI. Kebakaran tersebut terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, pada Senin (14/10).
Kebakaran itu spesifiknya melanda unit pabrik asam sulfat (sulfuric acid plant) serta fasilitas pemisahan gas bersih (gas cleaning plant). Insiden ini tentu saja mengganggu proses pengolahan dan kesiapan produk untuk diekspor. Akibatnya, rantai pasok dan produksi menjadi terhambat secara signifikan.
Selain kebakaran, serangkaian peristiwa longsor juga turut mengganggu rantai operasional perusahaan. Salah satu longsor yang dilaporkan terjadi pada 8 September 2025 di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Insiden tragis ini menyebabkan tujuh pekerja terjebak dan ditemukan meninggal dunia setelah upaya pencarian selama 27 hari.
Advertisement
Mendagri Tito menegaskan bahwa "Ada yang minus, yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, tanya beliau kenapa penyebabnya? Di antaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan." Pernyataan ini menggarisbawahi dampak langsung dari insiden-insiden tersebut terhadap kinerja ekspor dan pada akhirnya, perekonomian regional.
Advertisement
Dampak dan Pemantauan Ekonomi Daerah
Akibat dari serangkaian insiden yang menghambat produksi dan ekspor Freeport, arus ekspor komoditas utama dari Papua Tengah terhenti. Situasi ini secara langsung berdampak pada perekonomian daerah, terutama di Timika dan sekitarnya yang sangat bergantung pada aktivitas pertambangan dan ekspor.
Meskipun demikian, Tito juga menyampaikan bahwa tidak semua daerah menunjukkan performa negatif. Ia mencatat adanya daerah-daerah lain yang menunjukkan kinerja ekonomi positif. Hal ini memberikan efek penyeimbang terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan, menunjukkan diversifikasi dan ketahanan di beberapa wilayah.
Dalam evaluasi rutin ekonomi daerah, yang dilakukan mingguan untuk inflasi dan bulanan untuk pertumbuhan ekonomi, Maluku Utara menjadi sorotan. Provinsi ini mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional, menunjukkan potensi dan keberhasilan pembangunan di wilayah lain. Tito menilai pentingnya pemantauan berkala agar pemerintah dapat merespons cepat berbagai kendala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews