Dukung Rano Karno, Ketua DPD Perindo Pandeglang mengundurkan diri

Reporter : Dwi Prasetya | Selasa, 10 Januari 2017 15:07
Dukung Rano Karno, Ketua DPD Perindo Pandeglang mengundurkan diri
Rano Karno blusukan di Tangerang Selatan. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Partai Perindo Banten nampaknya tidak menunjukan solidnya sebagai partai baru. Hal tersebut terlihat pasca mundurnya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Kabupaten Pandeglang Aap Aptadi dari jabatannya.

Partai besutan Hary Tanoesoedibjo yang memberikan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy, membuat DPD Perindo Kabupaten Pandeglang pecah.

Dikatakan, Aap terhitung tanggal 7 Januari 2017 lalu sudah tidak menjabat sebagai DPD Perindo Padeglang. Alasannya, dia menilai DPP Perindo sebagai partai yang belum lulus verifikasi terlalu gegabah memberikan dukungan.

"Harusnya jangan memberikan dukungan secara organisatoris kemana pun, karena sebagai partai baru belum terverifikasi," kata Aap dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa (10/1).

Dia juga menilai, rekomendasi DPP semestinya mempertimbangan aspirasi yang berkembang di bawah. Pasalnya, jauh sebelum ditetapkannya dua pasangan calon oleh KPU Banten, dirinya sudah menjatuhkan dukungan kepada figur Rano Karno yang diusung PDIP dan PPP.

"Ketika dukungan ada, harusnya pusat mempertimbangkan arus bawah. Sementara ini kita tidak pernah ditanya. Saya dihadapkan pada dua pilihan. Apakah saya harus mengamankan kebijakan partai, atau mengawal perjuangan kebijakan program Pak Rano," jelas Aap.

Atas pilihan tersebut, Aap mengambil keputusan untuk keluar dari partai dan mendukung kebijakan Rano Karno. "Partai bisa berubah, tapi menentukan masa depan Banten tinggal sebulan lagi," ungkapnya.

Aap yang kekeuh mendukug Rano Karno karena menilai dalam jangka 1,5 tahun memimpin Banten sudah menunjukkan pembenahan infrastruktur yang baik.

"Sudah 15 tahun Banten berdiri jalan ke Malingping, Cibaliung, Cikeusik nggak pernah bagus. Baru belakangan mobil bisa memalui jalan bagus ke sana. Itu program yang sudah, sementara program yang akan datang, program nasional di Banten akan dibukanya jalan dari Ciujung ke Panimbang," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Pilkada Banten 2017 ada dua pasangan calon, yakni di nomor urut satu Calon Gubernur Banten mantan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim berpasangan dengan Wakilnya Andika Hazrumy, Putra kandung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Cosiyah atau Atut. Sedangkan nomor urut dua Calon Gubernur Banten Rano Karno selaku petahana dan wakilnya Embay Mulya Syarif selaku tokoh Banten.

Baca juga:
Blusukan ke Tangsel, Rano Karno 'narik' odong-odong
Politikus PDIP dukung pernyataan Ketua KPK soal politik dinasti
Rano Karno-Embay tanda tangan pakta integritas, Wahidin-Andika absen
Cagub-Cawagub Banten berharta miliaran, anak Atut paling tajir
Ketua KPK sinyalkan salah satu cagub Banten diduga terlibat korupsi
KPK bakal tuntaskan pengusutan kasus korupsi di Banten pasca Pilkada
Rano Karno ajak masyarakat Banten doakan muslim Rohingya di Myanmar

[rnd]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# PDIP# Serang

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE