Dikenal sebagai tokoh nasional, Benny K Harman siap bertarung di Pilgub NTT

Sabtu, 11 November 2017 11:31 Reporter : Rendi Perdana
Dikenal sebagai tokoh nasional, Benny K Harman siap bertarung di Pilgub NTT Benny K harman. Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrat resmi mengusung kadernya, Benny K Harman, untuk bertarung dalam kontestasi Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2018 mendatang. Meski pernah gagal, Partai Demokrat yakin Benny masih punya peluang besar. Terutama kiprahnya dalam politik nasional dianggap layak mendapat kesempatan.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Benny K Harman sekaligus Ketua DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu lalu. Kesempatan juga semakin besar. Demokrat sudah memiliki 8 kursi dari syarat 13 kursi. Sehingga tinggal melakukan komunikasi dengan berbagai partai lainnya.

"Melalui hasil survei dari tiga lembaga menunjukkan bahwa Benny K Harman cukup kuat dan trennya naik dari bulan Juni-Agustus kemarin di NTT. Benny K Harman ini cukup dipandang untuk wilayah NTT karena memiliki background seorang tokoh nasional yang berkiprah 15 tahun lebih di DPR. Maka masyarakat NTT antusias dengan beliau," kata Kastorius Sinaga.

Ketua Tim Pemenangan Benny K Harman, Kastorius Sinaga ©2017 Merdeka.com/Rendi

Menurut dia, dalam survei selama ini nama Benny bila disandingkan dengan 12 nama bakal calon, selalu berada di posisi dua teratas. Rivalnya adalah Eston Foenay, calon dari Partai Gerindra dalam Pilgub NTT tersebut. Posisinya masih di atas Benny.

Eston dikenal karena mantan Wakil Gubernur NTT. Selama ini, kata Kastorius, mungkin banyak rekam jejaknya sudah pernah dirasakan masyarakat NTT. Meski begitu, kondisi ini tak membuat tim pemenangan Benny K Harman pesimis. Pihaknya terus mengolah strategi demi meraih hati pemilih.

"Selisih Eston dengan Benny hanya enam persen, peluangnya masih besar. Ibarat balap Formula 1, nyalipnya nyari angin dulu. Masih ada satu tahun ini kita persiapkan dengan matang dengan hasil survei tersebut, karena makin akhir sini elektabilitas Benny semakin hari semakin naik dan Eston stagnan bahkan menurun," ujarnya.

Dari empat survei, kata dia, perbandingan tingkat popularitas dibandingkan dengan tingkat disukai, Eston memang tinggi. Popularitas Eston mencapai 74 persen. Namun, untuk tingkat disukainya hanya 72 persen. Sedangkan Benny, trennya cenderung terus meningkat. Elektabilitasnya dari 51 persen menjadi 55 persen. Bahkan untuk tingkat disukai Benny lebih tinggi, mencapai 78 persen.

Adapun faktor membuat elektabilitas Benny K Harman meningkat lantaran dianggap sebagai politisi memiliki integritas dan intelektual tinggi. Menurut dia, umumnya masyarakat melihat Benny di televisi sebagai juru bicara DPR dalam beberapa rapat Paripurna.

"Satu lagi yang paling penting adalah dari semua kandidat dia (Benny) yang paling muda, umurnya masih 55 tahun. Sedangkan lawannya sudah masuk usia 70 hingga 80an semua. Dari sini kami lihat harapan regenerasi kepemimpinan sangat tinggi dan menjadi satu nilai tambah untuk kita," ungkapnya. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini