Dialog Kebangsaan di Mojokerto, Prabowo Sedih Petani Hidup Susah

Minggu, 24 Februari 2019 18:32 Reporter : Budi Widayat
Dialog Kebangsaan di Mojokerto, Prabowo Sedih Petani Hidup Susah Prabowo di Mojokerto. ©Liputan6.com/Ika Defianti

Merdeka.com - Calon presiden (Capres) nomer 2, Prabowo Subianto melakukan kampanye dan safari politik di Jawa Timur. Salah satunya menggelar pertemuan dan dialog dengan kelompok-kelompok tani di Gedung Olahraga dan Kesenian Majapahit (GOR), Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Minggu (24/2).

Dalam pertemuan itu, Mantan Danjen Kopassus ini mendengarkan unek-unek dari para petani. Mereka mengeluhkan adanya impor garam, impor gula dan jagung di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satu petani Joko Santoso, menyampaikan keluhannya kepada pemerintah sekarang ini yang tetap melakukan impor beberapa komoditi pertanian. Padahal produksi pertanian seperti garam dan gula surplus.

"Garam kita surplus, gula kita surplus, tapi tetap saja impor. Itu sama saja membunuh petani," kata Joko Santoso salah seorang petani.

Joko berharap agar Prabowo membantu para petani. Supaya pemerintah tidak melakukan impor disaat hasil panen petani melimpah. Ini supaya petani tidak merugi. Sebab, setiap panen, petani selalu menjadi korban kebijakan impor pemerintah.

Sementara dalam orasinya, Prabowo berjanji jika dirinya terpilih akan tidak akan mengeluarkan kebijakan impor bahan pangan. Utamanya saat panen raya. Sehingga akan merugikan petani.

"Saya sedih melihat kondisi petani. Saya tidak rela kalau petani-petani hidup susah. Petani merupakan produsen. Petani adalah penghasil pangan," kata Prabowo dalam pidato kebangsaannya.

Kata Prabowo, tidak ada negara yang kuat, merdeka dan berdaulat jika tidak mampu menyiapkan pangan sendiri dari rakyatnya. Untuk itu, Prabowo berjanji akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan petani.

"Saya bersumpah kepada petani Indonesia, saya tidak akan istirahat sebelum petani-petani kita bisa senyum setelah panen," jelas capres nomor urut 02 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu.

Di hadapan ratusan petani, Prabowo bersumpah yang disampaikan itu bukan bualan belaka. Ia sudah mengumpulkan para pakar pertanian dan ekonomi guna menyiapkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan para petani.

"Saya sudah kumpulkan pakar-pakar, otak-otak terbaik bangsa kita. Kami sudah menghitung, kita akan menyiapkan pupuk berapapun yang dibutuhkan petani. Kami akan menjamin harga produksi petani, sehingga petani tidak akan rugi, berapapun (anggaran) yang dibutuhkan," jelasnya. [ded]

Baca juga:
Prabowo Menitikkan Air Mata Dengar Pesan Pimpinan Ponpes Riyadlul Jannah Mojokerto
Prabowo Temui Kades Sempat Dipenjara Karena Mendukungnya: Jangan Pernah Takut
Safari Politik ke Mojokerto, Prabowo Disambut Ketua Dewan Syuro PKS
Prabowo Terharu Membaca Isi Surat Gendis, Bocah Kelas 3 SD yang Memberinya Celengan
Pensiunan TNI di Belakang Para Capres dan Potensi Konflik Pilpres 2019
BPN Targetkan 65 Persen Suara Prabowo-Sandiaga di Sumatera Utara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini