Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Jokowi Sebut Pimpin RI Butuh Pengalaman

Di Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, Jokowi Sebut Pimpin RI Butuh Pengalaman Jokowi tinjau proyek Terowongan Nanjung. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Capres Joko Widodo (Jokowi) menilai, Indonesia terlalu luas dan kompleks untuk dikelola oleh orang yang tak punya pengalaman dalam memimpin negara. Capres nomor urut 01 itu mengklaim, dirinya beruntung sudah pernah dipercaya mengelola daerah hingga menjadi presiden satu periode.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri deklarasi dukungan dari kelompok alumnus perguruan tinggi yang mengatasnamakan 'Alumni Jabar Ngahiji' di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Minggu (10/3).

Dia menilai, banyak orang yang tidak menyadari bahwa Indonesia mempunyai penduduk sebanyak 260 juta yang tersebar di berbagai wilayah. "Saya beruntung sekali memiliki pengalaman mulai dari bawah wali kota dua periode gubernur dan presiden," katanya.

"Jadi perlu saya ingatkan dengan negara sebesar Indonesia tidak mudah. Jadi jangan diberikan kepada yang belum berpengalaman. Hati-hati, 260 juta (penduduk) adalah tanggung jawab kita. Kalau diberikan kepada yang belum berpengalaman bagaimana jadinya?" sambungnya.

Kompleksitas Indonesia itu terdiri dari banyak hal. Masalah yang ada di berbagai daerah ia katakan berbeda. Belum lagi, cara menginformasikan sesuatu kepada masyarakat pun harus disesuaikan dan melalui pendekatan yang berbeda sesuai daerahnya.

"Jangan dipikir mudah, gampang menguasai masalah yang ada di setiap provinsi kabupaten itu berbeda-beda karena informasi berbeda-beda, berbeda adat tradisi," terangnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan program pendidikan dalam kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Latar belakang program itu ia akui datang karena banyak yang kesulitan mengakses pendidikan ke jenjang kuliah.

KIP ini ia janjikan mulai beroperasi pada tahun depan. Dan aksesnya tidak untuk kuliah di dalam negeri juga, tapi bisa digunakan untuk sekolah di luar negeri.

"Kenapa kita berikan karena saya merasakan sendiri mau sekolah sulit mau kuliah makin sulit. Ini kita desain dan dikeluarkan tahun depan. Tidak hanya (berlaku) dalam negeri tapi di luar (negeri)," katanya.

Selain itu, dalam lima tahun ke depan ia akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM). Joko Widodo sesumbar Indonesia tidak lagi berstatus negara menengah.

"Hitungan kita tahun 2040-2045 kita akan masuk jajaran empat negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Tapi dengan syarat terpenuhi. Infrastruktur dijalankan, sehingga bisa melompat, menjadi negara yang maju," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil ketua pelaksana acara deklarasi, Febrianto mengatakan, deklarasi dukungan itu datang dari 20 ribu orang alumnus berbagai universitas, seperti ITB, Unpad, UPI, UIN, Unisba, Unpar dan lain-lain.

Dia berharap, dukungan dari pihaknya tidak membuat suhu politik di Jawa Barat memanas. Maka dari itu, konsep acara yang dibuat lebih banyak hiburan dan menyembuhkan Indonesia dari penyakit hoaks yang dinilainya mengancam persatuan.

"Yang kita pengen sampaikan, mari bersatu bersatu meski berbeda. Toleransi saat ini kami pandang sedang cedera. Maka kita mengajak masyarakat kembali ke kewarasan," terangnya.

Di tempat yang sama, Lukman Nur Hakim menjelaskan, usai deklarasi semua individu yang tergabung akan membantu menyosialisasikan program Capres Joko Widodo beserta capaiannya selama satu periode.

"Caranya blusukan door to door, tapi ada baksos juga selama masa kampanye sebelum minggu tenang akan full. Baksos seperti pengobatan gratis dari alumnus kedokteran Unpad," terangnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP