Deteksi politisasi SARA saat Pilkada, Kodam Hasanuddin bentuk dua Satgas

Kamis, 15 Februari 2018 01:30 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Deteksi politisasi SARA saat Pilkada, Kodam Hasanuddin bentuk dua Satgas Pangdam Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengungkapkan, pihaknya telah membentuk Satgas Intelijen dan Satgas Teritorial untuk mendeteksi adanya kegiatan politik uang dan politisasi SARA dalam perhelatan Pilkada Sulawesi Selatan.

"Kita bentuk satgas intelijen dan satgas teritorial secara khusus untuk memback up kepolisian melakukan deteksi awal terkait politik uang dan politisasi SARA. Dua satgas ini juga bertugas untuk mendeteksi seperti yang terjadi kemarin (pelemparan di hari penentuan nomor urut paslon di Kabupaten Sidrap, Sulsel)," katanya ditemui usai kegiatan deklarasi tolak politik uang dan politisasi SARA yang digelar Bawaslu Sulsel di hotel Clarion Makassar, Rabu, (14/2).

Dia menjelaskan di samping mengerahkan pasukan, pihaknya juga menggelar operasi intelijen dan teritorial untuk menemukan kemungkinan adanya kegiatan-kegiatan politik uang dan politisasi SARA.

Selain itu, pembentukan Satgas juga sekaligus memberi tahu simpatisan dan tim sukses calon peserta Pilkada agar tidak melakukan kedua hal tersebut.

"Jangan dilakukan karena SARA itu berat sekali, mengancam kedaulatan bangsa dan itu tugas TNI. Sama halnya dengan politik uang. Dua satgas kita, yakni satgas intelijen dan satgas teritorial akan lakukan pencegahan. Jika menemukan hal seperti itu akan disalurkan ke kepolisian dan Bawaslu," ujar Mayjen TNI Agus Surya Bakti. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Makassar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini