Demokrat minta polisi usut aktor kegiatan mahasiswa di Cibubur
Merdeka.com - Wasekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya meminta polisi mengusut tuntas kegiatan ratusan mahasiswa di Bumi Perkemahan Cibubur pada 4-6 Februari lalu. Kegiatan yang diklaim dilakukan mahasiswa se-Indonesia itu rupanya dibantah oleh BEM Seluruh Indonesia.
"Meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti tuntutan mahasiwa agar segera mengusut aktor intelektual yang diduga telah mempolitisasi dan menunggangi kegiatan mahasiswa di Cibubur tersebut serta menyudutkan beberapa ormas maupun tokoh nasional," kata Riefky dalam pesan singkat, Rabu (8/2).
Ketua Komisi X DPR bidang pendidikan ini menambahkan, pihaknya menghargai aspirasi dan klarifikasi elemen mahasiswa tersebut. Dia berharap, tidak ada pihak yang menunggangi intelektualitas dan idealisme mahasiswa.
"Mengharapkan mahasiswa tetap menjaga intelektualitas dan idealismenya sebagai salah satu komponen pemelihara demokrasi, pejuang hak asasi manusia dan kedaulatan hukum dalam berbangsa dan bernegara," kata Riefky.
Dia pun mengingatkan, agar tidak menyalahgunakan bumi perkemahan Cibubur sebagai tempat kegiatan bertendensi politik. Hal itu tertuang pada pasal 4 Undang-Undang RI No. 12/2010 tentang Gerakan Pramuka.
Seperti diketahui, pertemuan ratusan mahasiswa di Bumi Perkemahan Cibubur pada 4-6 Februari 2016 menuai polemik. BEM Seluruh Indonesia menyatakan kegiatan di Jambore itu bertendensi politik dan mengatasnamakan mahasiswa.
Bahkan, ratusan mahasiswa itu diduga yang melakukan demo di depan kediaman Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin 6 Februari lalu. Di sana, sejumlah aktivis hadir menjadi pembicara, termasuk Politikus PDIP Adian Napitupulu.
"Seluruh BEM Perguruan Tinggi yang tergabung dalam anggota Aliansi BEM Seluruh Indonesia tidak pernah mendelegasikan mahasiswa dalam agenda tersebut dan menyatakan tidak terlibat. Menuntut Presiden Republik Indonesia mengklarifikasi agenda Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia bukanlah agenda mahasiswa, seperti yang diklaim panitia," kata Koordinator Pusat
Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho dalam siaran pers kepada merdeka.com.
Wildan menegaskan, pihaknya menolak aksi demo di kediaman pribadi SBY. Para pendemo itu, menurut dia, dimanfaatkan demi agenda politik tertentu.
"Menolak aksi para elit politik yang memanfaatkan para mahasiswa untuk kepentingan golongannya masing-masing. Meminta kepada mahasiswa agar tetap berpikir kritis dan idealis serta bertindak sesuai aspirasi rakyat," jelas dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya