Demokrat dan Gerindra kritik foto Jokowi diselipkan di sertifikat tanah
Merdeka.com - Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diselipkan dalam bundel sertifikat tanah untuk warga menuai kritik Partai Demokrat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo seharusnya Jokowi tidak perlu menyelipkan foto dalam sertifikat tanah tersebut.
"Misalnya pembagian sertifikat, enggak usah pakai foto lah. Di sekolah-sekolah kan sudah ada (foto Jokowi). Enggak usah ditempel di sertifikat lah," kata Roy di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/4).
Menurut Roy, adanya foto Jokowi dalam sertifikat tanah itu justru dapat mengubah simpati rakyat kepadanya. Demokrat akan mengkritik jika pemerintah melakukan kesalahan.
"Bisa membalik simpati menjadi antipati," tegasnya.
Roy menyarankan kubu Jokowi untuk tidak menggunakan cara-cara yang kurang baik untuk menaikkan elektabilitas. Dia setuju jika posisi Jokowi belum aman untuk kembali menjadi presiden di periode kedua. Hal ini karena berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen.
Contohnya saja, survei median yang menyebut elektabilitas Jokowi masih di angka 36,2 persen.
"Saya sepakat dengan pak Riza Patria (Politisi Gerindra), incumbent harus berupaya lagi karena belum aman. Tapi saya tidak sepakat kalau upaya dengan segala cara, kalau dalam sepakbola namanya offside," tuturnya.
Senada dengan Roy, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menambahkan, adanya foto Jokowi dalam sertifikat tanah itu tersebut menandakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak percaya diri bertarung di Pilpres 2019.
"Di tengah berbagai cara dengan kebijakan yang tidak baik termasuk foto dalam sertifikat menandakan pak Jokowi tidak pede. Kami meyakini pada saatnya 2019 memang perlu diganti dan insya Allah Prabowo penggantinya," ujarnya. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya