Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi: Secara umum DPD I sepakat perlu penyelamatan Partai Golkar

Dedi Mulyadi: Secara umum DPD I sepakat perlu penyelamatan Partai Golkar Dedi Mulyadi rapat pembahasan APBD di DPRD Purwakarta. ©2017 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Ketua DPD I Partai Golkar Dedi Mulyadi mengatakan, mayoritas pengurus partai tingkat provinsi sepakat adanya penyelamatan partai pasca Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan KPK hendak menjemput paksa Novanto semalam (15/11), namun sang ketum yang terbelit kasus e-KTP itu menghilang.

"DPD secara umum sepakat penyelamatan Partai Golkar, memang Partai Golkar sudah perlu diselamatkan," kata Dedi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (16/11).

Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan para senior Partai Golkar. Hasilnya memang sepakat harus ada penyelamatan Partai Golkar.

Dia pun telah sepakat dengan sejumlah DPD Golkar untuk bersikap demi menyelamatkan partai. Tapi, Dedi tak mau ungkap, siapa-siapa saja yang akan menggelar konferensi pers tentang penyelamatan partai Golkar ini.

"Nanti kita bikin konferensi pers bersama, secepatnya," kata Dedi.

Terkait dengan rencana DPD I kumpul di Jakarta malam ini, Dedi mengaku tak mendapatkan undangan. Dia tak tahu apakah memang ada kumpul DPD atau tidak.

"Saya tidak mendapat undangan, tapi teman-teman di DPD ada yang dapat ada yang enggak. DPD Banteng katanya enggak dapat juga," tutur Dedi.

Sementara itu, Ketua DPD I Sulawesi Tenggara Ridwan Bae mengakui ada pertemuan. Namun dia menolak mengomentari apa tujuan kumpulnya DPD-DPD Golkar di Jakarta itu.

"Ya biasa, DPD I kan kumpul itu biasa," kata Ridwan saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (16/11).

Kabarnya dalam pertemuan itu akan hadir Setya Novanto yang sedang dicari KPK sedang kemarin. Novanto pun diketahui mengalami kecelakaan di Permata Hijau. Kecelakaan terjadi saat hendak menuju sebuah stasiun televisi swasta di wilayah Jakarta Barat.

Saat ini Novanto berada di RS Medika Permata Hijau. Kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, kondisi kliennya pingsan saat dibawa ke rumah sakit karena mobil yang kecelakaan hancur, kaca depan dan kiri kanan pecah.

"Dia mau buru-buru live TV, setelah itu mau ketemu DPD I terus ke KPK," kata Fredrich.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP