Dedi Mulyadi sebut elektabilitas Asyik naik setelah bawa isu #2019GantiPresiden

Jumat, 29 Juni 2018 17:45 Reporter : Aksara Bebey
Dedi Mulyadi sebut elektabilitas Asyik naik setelah bawa isu #2019GantiPresiden Dedi Mulyadi. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengakui fenomena #2019GantiPresiden merupakan hal yang harus disikapi secara serius oleh pengurus partai di tingkat pusat. Jika tidak, Partai Golkar bisa tenggelam dalam agenda politik ke depan, termasuk dalam Pemilihan Presiden tahun 2019.

Ia mencontohkan, isu #2019GantiPresiden sangat berpengaruh dalam konstalasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Pasangan nomor urut 3, Sudrajat-Syaikhu yang membawa isu tersebut bisa menaikkan elektabilitasnya secara signifikan dalam waktu yang singkat.

"Fenomena hashtag ganti presiden yang membuat paslon (pasangan calon) nomor 3 itu mengalami kenaikan luar biasa itu ga main-main. Harus cerdas dibaca (oleh pengurus pusat partai golkar). Kalau tidak dibaca, ini kita bisa tenggelam nih Golkar," katanya saat ditemui di Bandung, Jumat (29/6/2018).

Dedi Mulyadi menilai sikap Golkar secara nasional, khususnya terkait Pilpres harus segera merumuskan langkah antisipatif terhadap semakin menurunnya elektabilitas Partai Golkar.

Apalagi, partai berlambang pohon beringin ia sebut sedang mengalami tekanan psikologis akibat pertarungan di Pilkada.

"Nanti setelah penetapan Pilgub Jabar dari KPU, saya akan memberikan pernyataan politik apa yang harus dilakukan, karena Jabar salah satu lumbung suara Golkar," ucapnya.

Ia mengklaim, saat ini punya 25 persen suara Jabar yang harus dijaga dan dipelihara. Itu jadi modal dasar bagi Golkar karena ada aspek ketokohan yang dimiliki baik di tingkat kabupaten kota itu harus jadi rumusan dan membuat kiat baru.

"Urusan (partai Golkar mengusung) Jokowi kan final. Yang lainnya, kita harus mengambil langkah dan keputusan yang bisa mengambil keuntungan politik," terangnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini