Dedi Mulyadi maafkan pembuat dan pengunggah video dukun palsu

Senin, 25 Juni 2018 20:37 Reporter : Rizky Andwika
Dedi Mulyadi maafkan pembuat dan pengunggah video dukun palsu Dedi Mulyadi di Polda Jawa Barat. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Polda Jawa Barat, Senin (25/6). Sesaatnya tiba, dia langsung menuju Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kantor yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung tersebut.

Pria yang lekat dengan iket Sunda makutawangsa itu didampingi kuasa hukumnya, Agus Sihombing. Kedatangan mereka dalam rangka menanyakan perkembangan laporan kasus video hoaks dukungan dukun. Video tersebut diduga bentuk kampanye hitam terhadap Dedi Mulyadi.

Sebuah akun Facebook atas nama Mochamad Sa’ban Hanif resmi dilaporkan. Pemilik akun tersebut merupakan anggota barisan relawan Gerakan Untuk Ridwan Kamil atau Gurka.

"Laporannya sedang diproses dan segera ditindaklanjuti. Ada pelanggaran UU ITE di sana. Saya menerima penyampaian bahwa semua warga negara diperlakukan sama di mata hukum. Kita ikuti seluruh prosesnya," kata Dedi disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (25/6).

Dedi mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian. Menurut dia, kerja-kerja profesional telah ditunjukan oleh kepolisian.

"Saya ucapkan terima kasih, Pak Polisi sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Tinggal kita tunggu hasilnya," katanya.

Dedi mengaku tidak akan melanjutkan proses hukum. Hal ini berlaku apabila pelaku secara sukarela meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Ditambah, pelaku harus mengungkap aktor intelektual di balik aksinya tersebut.

"Kalau mau ketemu saya langsung di sini (Polda Jabar), misalnya, saya akan memaafkan. Tetapi, kalau tidak ada itikad baik, ya kita lanjutkan sampai persidangan sesuai mekanisme, katanya.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu ternyata memiliki tujuan dengan melaporkan video tersebut kepada pihak berwenang. Bukan karena merugikan, melainkan agar tidak menjadi preseden buruk di masa yang akan datang.

Sebagai orang kampung, dia mengaku selalu menjunjung nilai silih asah, silih asih dan silih asuh dalam berperilaku. Oleh sebab itu, orang yang lebih terdidik seharusnya lebih menjunjung tinggi nilai tersebut.

"Saya mah orang kampung atuh, tahunya juga silih asah, silih asih dan silih asuh. Ini kan dia yang membuat dan menyebarkan itu dari kota, seharusnya bisa lebih dari saya. Orang Jawa Barat enggak boleh saling menjatuhkan sesama dan orang lain," ujarnya. [rzk]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini