Dedi Mulyadi Cerita Dulu Kumpulkan Kades se-Jabar Buat Menangkan Prabowo

Minggu, 10 Februari 2019 02:28 Reporter : Aksara Bebey
Dedi Mulyadi Cerita Dulu Kumpulkan Kades se-Jabar Buat Menangkan Prabowo Dedi Mulyadi Tanggapi Pernyataan Prabowo. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi- Ma'ruf Amin, Dedi Mulyadi menganggap santai pernyataan tim pemenangan Prabowo yang mengklaim bisa meraih suara untuk Pilpres 2019 sebesar 70 persen di Jawa Barat. Secara satir, Dedi Mulyadi menyarankan kubu lawan untuk tidur dan beristirahat.

Pria yang akrab disapa Demul ini menghargai optimisme yang timbul dari kubu lawan. Bahkan ia menyarankan pesaingnya untuk tidak repot-repot berkampanye, menyampaikan gagasan atau menempelkan poster sosialisasi.

"Kalau yakin 70 persen sudah di tangan (kubu lawan) ya enggak usah kampanye dong, enggak usah pasang gambar, enggak usah ke keliling-keliling, suruh tidur saja. Biarin kita yang jalan, kan sederhana," katanya saat dihubungi, Sabtu (9/2).

Mantan Bupati Purwakarta itu mengaku fokus memanfaatkan waktu kampanye yang tersisa untuk bekerja memenangkan Jokowi.

Disinggung mengenai pernyataan kubu Prabowo yang sudah menguasai basis Jokowi di Jawa Barat, seperti Priangan Timur, Demul menilai, masing-masing tim punya data riset. Hanya saja, Ia mengakui ada beberapa basis daerah di wilayah priangan timur yang selalu menjadi incaran kubu lawan.

"Daerah mana dulu? Tapi kalau punya anggapan seperti itu enggak apa-apa. Dan orang pun boleh mengklaim, tetapi nanti kita buktikan siapa pemenang di Jabar," terangnya.

"Kita sudah menang di lembaga-lembaga survei, tetapi tipis. Tetapi saya selalu mengatakan tipis itu bukan menang. Tipis itu margin error. Sehingga kita perlu berusaha. Kalau kita di survei dibilang kalah atau tipis berati bagus, tambah semangat kita bekerja. Kita bukan juara survei," tegasnya.

Lebih lanjut, Demul memilih tidak mengandalkan gabungan hasil suara Ridwan Kamil, dirinya dan TB Hasanuddin saat bertarung di Pilgub Jabar untuk Jokowi. Meski hasil tersebut bisa jadi rujukan, Ia meyakini hasil dalam politik tidak serta merta linear seperti itu.

"Sederhana saja, dulu saya dan keluarga pilih Prabowo. Hari ini saya dan keluarga pilih pak Jokowi karena saya tim pemenangannya, berarti suara pak prabowo sudah berkurang. Minimal dikurangi oleh saya, istri saya dan saudara-saudara saya," terangnya.

"Ya saya jujur-jujuran, yang mengumpulkan kepala desa se-Jabar (saat Golkar mendukung Prabowo) dulu saya," imbuh pria yang juga sebagai Ketua DPD Golkar Jabar itu.

Seperti diketahui, Kubu Prabowo percaya diri bisa memperoleh suara sebesar 70 persen di Jawa Barat meski di atas kertas banyak kader dari partai politik pendukung Jokowi menjabat sebagai Kepala Daerah.

Sekretaris Badan Pemenangan Daerah (BPD) Jabar Prabowo-Sandi, Haru Suandharu mengklaim pihaknua sudah menguasai beberapa wilayah potensial. Di antaranya, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok hingga wilayah Priangan Timur, seperti Tasikmalaya.

Wilayah tersebut bahkan berani ia sebut sebagai basis untuk meraup suara bagi Prabowo-Sandiaga. Sementara wilayah lain menunjukan tanda serupa, meski harus dengan usaha yang lebih keras.

"Di Pilpres 2014, pak Prabowo menang di wilayah Jabar dengan 60 persen. Kali ini harus 70 persen agar jadi Presiden," katanya usai acara Monitoring dan Konsolidasi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dan DPRD Provinsi Jabar di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Kamis (7/2).

Ia menilai, realisasi 70 persen perolehan suara di Jabar bisa berdampak signifikan secara nasional dibandingkan perolehan suara di daerah Jatim dan Jateng.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS Jabar ini mengaku sudah memberi instruksi seluruh kader PKS, termasuk calon anggota legislatif (caleg) untuk lebih aktif melakukan sosialisasi di sisa waktu kampanye.

Berdasarkan hasil survei internal, saat ini selisih suara Prabowo-Sandi sudah berjarak 10 persen dengan Jokowi-Maruf Amin. Padahal, sejak awal kampanye, selisih suara mereka terpaut satu persen. Namun mereka belum puas, karena merasa bisa memaksimalkan potensi suara dinsemua lini.

"Kita akan kandangi (kuasai) Jabar di semua wilayah. Trennya bagus. Pertama masa kampanye selisihnya satu persen, sekarang 10 persen. Kita minta tempo pergerakan kampanye meningkat. Mudahan menang dengan selisih 30 persen selisihnya," tandas Haru. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini