Debat terbuka Pilwalkot Makassar, dua paslon saling serang tentang reklamasi
Merdeka.com - Debat terbuka pertama pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar berlangsung di hotel Clarion, Makassar, Jumat (16/3) malam. Debat terbuka ini berlangsung tegang.
Selain massa pendukung saling menyela teriakkan yel-yel dukungan, jawaban-jawaban dua pasangan calon juga saling serang. Di antaranya terkait reklamasi. Sehingga massa pendukung kian terus memanas. Meski beberapa kali moderator mengingatkan para pendukung para paslon.
Kondisi memanas lebih terlihat saat tiba di segmen ketiga yakni saling tanggap program. Iqbal Sultan, akademisi dari Universitas Hasanuddin yang memandu jalannya debat ajukan pertanyaan. Dia menanyakan apa sikap terhadap reklamasi pantai di Makassar dan bagaimana pertimbangan juga program agar semua elemen masyarakat jika kelak terpilih sebagai wali kota Makassar.
"Tidak boleh ada tambahan areal reklamasi, harus dihentikan. Kegiatan reklamasi harus memberikan penggantian penghasilan dari orang-orang yang sebelumnya mengambil manfaat di lokasi reklamasi tersebut," kata Munafri Arifuddin, menantu politisi senior Partai Golkar, Aksa Mahmud yang juga CEO PSM ini.
Kata Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, ini akan muncul masalah baru jika kegiatan reklamasi terus berlanjut. Antara lain kemiskinan, begal dan tindak kriminal lainnya.
"Reklamasi tidak boleh lagi ditawar, harus dihentikan. Lebih bagus mendorong perkembangan kota di pinggiran kota untuk menyebarkan kepadatan penduduk bukan dengan reklamasi," tandas Appi, calon wali kota Makassar nomor urut 1 yang terus menyodok petahana, Mohammad Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny itu.
Indira Mulyasari Paramastuti calon wakil wali kota Makassar nomor urut 1 pasangan Danny membalas lebih tajam kicauan dari rivalnya.
"Soal reklamasi, ini pertanyaan yang sangat saya tunggu dan menantang. Ada UU nomor 23 yang mengatur reklamasi bahwa itu diatur pemerintah propinsi jadi bukan pemerintah Kota Makassar," kata Indira.
Ditimpali oleh Danny, kata dia, pemerintah kota Makassar tidak bisa melarang reklamasi karena hal itu akan melanggar UU.
"Tidak ada reklamasi keluar tanpa UU. Bayangkan kalau seorang wali kota Makassar tidak paham dan melarang UU," kata Danny Pomanto.
Hingga di penghujung debat, ratusan pendukung dari masing-masing pasangan calon saling memancing keributan. Saat paslon nomor urut 2 yakni petahana Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti diberi kesempatan menajamkan visi misinya dari pertanyaan yang diadukan moderator Iqbal Sultan, akademisi dari Universitas Hasanuddin, yang menyela justru massa rivalnya. Massa paslon nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi berteriak yang terlihat mengganggu konsentrasi pasangan calon nomor 2 saat berikan jawaban.
Dipandu moderator Iqbal Sultan yang cukup piawai menguasai psikologis massa pendukung dengan larangan dan teguran dengan berbahasa Makassar, akhirnya debat terbuka pertama pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar yang berlangsung kurang lebih dua jam itu berakhir dengan tertib.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya