Debat Pilgub NTT, Cagub Benny K Harman ingin bentuk tim berantas korupsi
Merdeka.com - KPU menggelar debat kedua Pilgub NTT di Jakarta, Selasa (8/5). Tema kali ini yakni 'Penataan birokrasi dan pemberantasan korupsi'.
Calon Gubernur NTT nomor urut tiga, Benny K Harman dan Benny Litelnoni mengatakan, bakal melakukan inovasi birokrasi dengan menggunakan teknologi, yakni memanfaatkan media sosial. Mengenai pemberantasan korupsi, Benny berjanji akan membuat tim pemberantasan korupsi langsung di bawah gubernur.
"Soal pemberantasan korupsi akan membuat tim pemberantasan korupsi dan suap," tegas Benny dalam pemaparannya.
Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PKS dan PKPI ini meyakini dengan menerapkan cara itu, birokrasi di NTT akan berjalan dengan baik. Di sisi lain, pencegahan korupsi dengan menerapkan sistem informasi dan komunikasi online.
"Seperti urusan pemerintahan, e-planing, e-budgeting, e-document. Semua itu dilakukan untuk mencegah zona korupsi. Kami juga akan membuat khusus pengaduan masyarakat berupa online telepon, medsos, email tujuan untuk menampung pengaduan dari masyarakat," ujarnya.
Untuk diketahui, empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT yang akan bertarung dalam pilkada nanti yakni nomor urut satu, Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris). Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra dan PAN.
Nomor urut dua, Marianus Sae-Emilia Nomleni, diusung PDI Perjuangan dan PKB. Nomor urut tiga, Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS. Serta nomor urut empat Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi yang diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura dan PPP.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya