Cerita Ma'ruf Amin Melek Politik Sejak Umur Belasan
Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin bercerita pengalaman hidup ketika nyantri di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Ma'ruf mengaku sudah melek politik sejak belia.
Dia menceritakan pengalamannya yang masih umur 12-13 tahun saat Pemilu 1955. Ma'ruf mengatakan kala itu penasaran dengan aktivitas kampanye. Namun, karena belum cukup umur, dia ditolak ketika ingin ikut rombongan kampanye terbuka.
Tidak kehabisan akal, Mustasyar PBNU itu menyewa sepeda untuk berangkat ke kota melihat aktivitas kampanye. Ketika hari pencoblosan, dengan antusias dia datang ke tempat pencoblosan.
"Akhirnya saya ke kota naik sepeda nonton orang kampanye di lapangan. Waktu nyoblos, saya ngintip aja," ungkap Ma'ruf saat bincang santai di sela safari politik di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).
Ketika ditanya apakah memang sejak kecil tertarik dengan politik, Ma'ruf mengaku bukan itu alasannya antusias melihat aktivitas kampanye. Ternyata, dia penasaran dengan pidato tokoh politik ketika itu.
"Jadi ingin lihat seperti apa sih orang kampanye. Dulu kan kalau pidato kan galak-galak," kata Ketum MUI itu.
Beranjak dewasa, Ma'ruf tertarik masuk ke dunia politik. Dia mengatakan hal itu dimulai pada tahun 1965. Tetapi pada awal 1970-an baru terjun aktif ke dunia politik dengan memimpin organisasi Front Pemuda.
"Mulai ke politik, 71 pemilu, saya ikut menjadi anggota DPRD DKI termuda saya. 27 tahun, tapi walau saya masih pemuda tapi saya jadi ketua fraksi golongan Islam, masih 28 jadi ketua fraksi. Gubernurnya waktu itu Ali Sadikin, letjen lagi, saya masih anak muda," kenangnya.
Ma'ruf juga cerita sepenggal kehidupan saat masih nyantri. Ternyata kehidupan di Tebu Ireng tak jauh beda dengan santri masa kini. Makan seadanya, ngaji dan belajar ilmu agama dengan kiai dan ustaz. Ditambah dia giat ikut olahraga.
"Tapi saya dulu sukanya main bola dan badminton," ucapnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya