Cerita biduan dangdut berjuang isi kampanye presiden
Merdeka.com - Setiap orang pasti menyangka honor biduan dangdut melonjak bila dipanggil untuk mengisi kampanye partai. Namun seorang biduan Desti Kirana (25) mengaku honor yang diterimanya kala mengisi acara kampanye kecil. Uang justru lebih besar didapat dari saweran.
"Kita manggung kampanye ngarepin saweran dari penonton. Duit saweran lebih gede dibanding honor," kata Desti Kirana saat mengisi kampanye Gerindra di Jalan Bugis, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara (21/3).
Desti mengaku, dirinya bersama teman-teman biduan lain hanya mendapatkan bayaran Rp 30 ribu per orang setiap mengisi acara kampanye. "Ditambah saweran kita bisa dapat Rp 600-800 ribu sekali manggung," tandasnya.
Bagi gadis asli Betawi tersebut, bukan pertama kali panggung kampanye Gerindra ini dirinya beraksi memamerkan suara merdu dan goyangan aduhai.
"Sudah banyak partai. Terakhir beberapa hari ke belakang saya nyanyi buat kampanye Golkar di daerah Pancoran," kata wanita berparas ayu tersebut.
Ternyata order manggung tidak berhenti di pemilihan legislatif 9 April mendatang. Wanita berusia 25 tahun ini mengatakan telah mempersiapkan diri untuk kampanye calon presiden. Beberapa grup telah menghubunginya untuk bergabung dalam kampanye calon presiden mendatang.
Untuk manggung di acara kampanye calon presiden tidaklah mudah. Ia dan beberapa rekannya harus mengikuti seleksi. Masalah administrasi dan seleksi itu tidak masalah buatnya.
"Ya enggak masalah yang gitu sih. Kalau lolos kan lumayan. Kontraknya Rp 10 juta buat nyanyi di tujuh titik di sekitar Jakarta. Kalau ditambah saweran kan duitnya lumayan banget," katanya.
Meski banyak partai yang mengajaknya manggung, ia belum menentukan pilihan politiknya. "Masih lihat dulu caleg sama partainya. Saya pengen orang yang jujur sama tegas. Saya masih cari. Urusan manggung sama nyoblos kan beda," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya