Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPN Beri Skor 2-1 untuk Kemenangan Prabowo Lawan Jokowi di Debat Capres

BPN Beri Skor 2-1 untuk Kemenangan Prabowo Lawan Jokowi di Debat Capres Pasangan Capres Berpelukan Saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso memberi skor 2-1 untuk kemenangan Prabowo Subianto di debat capres-cawapres pertama melawan rivalnya Joko Widodo. Skor pertama dia nilai dari sikap kenegarawanan Prabowo yang tak tergoda dari serangan lawan.

Hal tersebut disampaikan Priyo dalam diskusi bertema 'Cuma Janji Atau Indonesia Menang?' di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No. 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

"Saya harus jujur menyampaikan, hasil debat pertama kemarin 2-1 untuk Prabowo-Sandi (PS). Saya punya alasan, duet PS telah menunjukkan tingkat kenegarawanan yang tinggi, bahkan bisa membatalkan pihak yang suka nyinyir Prabowo suka marah, hentak dan seterusnya ini itu," kata Priyo.

"Tetapi nyatanya debat kemarin natural dan alamiah Prabowo tidak tergoda ketika dituding dari pernyataan amarah dari pihak sebelah," sambungnya.

Priyo pun menyayangkan Jokowi terlalu personal menyerang Partai Gerindra. Padahal, kata dia, Prabowo bukan hanya diusung Gerindra melainkan gabungan partai dan dukungan ibu-ibu. Menurutnya, argumen Jokowi bukan setingkat seorang negarawan.

"Jadi Pak Jokowi saya kritik mendegradasi dengan pertanyaan tingkat pilkada. Tetapi Prabowo saking baiknya menjawab pertanyaan itu," ujar Priyo.

Skor kedua, kata Priyo, Jokowi salah kaprah soal pertanyaan eks napi korupsi nyaleg. Menurut Priyo, Ketum dan Sekjen hanya menandatangani berkas caleg DPR RI. Dia menganggap, pertanyaan Jokowi adalah bekas napi korupsi yang maju menjadi caleg DPRD.

"Jokowi ada yang missleading Pak Prabowo ikut meneken, kebetulan saya sekjen, untuk teken ketua umum caleg DPR itu memang sekjen dan ketum, tetapi untuk DPRD hanya pimpinan daerah masing-masing. Dari data ICW juga disebutkan bahwa indikasi ada pada tingkat provinsi," kata Priyo.

Di kacamata Priyo, duet Prabowo-Sandi di debat menjadi nilai tambah karena kompak. Beda dengan Jokowi yang dilihat Priyo menjadikan Ma'ruf Amin sebagai ban serep.

"Dan tidak saya dapatkan di paslon sebelah, akan hanya pasangan lain menggunakan wapres sebagai ban serep itu bukan urusan saya. Tetapi saya bangga pasangan Cawapres yang bisa berbagi tugas dan bukan jadi ban serep," ucap Priyo.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP