Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belajar dari Pilgub DKI, Demokrat yakin poros ketiga bakal terbentuk

Belajar dari Pilgub DKI, Demokrat yakin poros ketiga bakal terbentuk Hinca Pandjaitan. ©2018 Merdeka.com/Intan

Merdeka.com - Partai Demokrat meyakini kans untuk membentuk poros ketiga di Pemilu Serentak 2019 masih terbuka lebar. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pengalaman Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu menjadi inspirasi bagi partai untuk menggagas poros ketiga.

Di Pilgub DKI, Demokrat menjadi motor terbentuknya poros alternatif. Di detik terakhir, partai berlambang bintang mercy menggandeng PPP, PKB, dan PAN. Empat partai akhirnya mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Pasangan AHY-Sylviana diproyeksi menjadi kuda hitam di antara pasangan Basuki T Purnama yang diusung PDIP, Golkar, NasDem dan Hanura serta pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra-PKS.

"Kalau kita belajar DKI Jakarta saya kira Anda dapat pelajaran. Di detik-detik terakhir semuanya bisa terjadi. Dan ini masih ada 3 bulan," kata Hinca di Rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/5).

Hinca memprediksi, konfigurasi politik saat ini akan berubah jika melihat dinamika yang terjadi antar partai. "Saya percaya betul bahwa konstalasi ini sangat dinamis dan akan berubah-berubah tergantung pada situasi politik itu sendiri," ujarnya.

Komunikasi dan penjajakan poros ketiga, kata Hinca, terus dilakukan kepada sejumlah partai. Baik yang belum menentukan sikap mau pun yang telah merapat ke koalisi pendukung Jokowi.

Namun, Demokrat berharap partai yang belum menentukan sikap seperti PKB, PAN dan PKS ikut bergabung membentuk poros ketiga.

"Bagaimana hari ini? Masih terus jalan. Komunikasi dengan PAN, komunikasi dengan PKB, bahkan komunikasi dengan PKS juga berjalan," ungkapnya.

Manuver Demokrat merayu partai-partai pendukung Jokowi membentuk poros ketiga dikarenakan koalisi itu dianggap belum bulat dan utuh. Hinca beranggapan, alasannya karena pendukung koalisi Jokowi belum mengumumkan calon wakil presiden.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP