Bawaslu: Semua pihak tahan diri, belum masanya sudah kampanye dimana-mana

Senin, 3 September 2018 20:35 Reporter : Sania Mashabi
Bawaslu: Semua pihak tahan diri, belum masanya sudah kampanye dimana-mana Bawaslu Ungkap Hasil Pengawasan Pilkada Serentak 2018. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengomentari seruan #2019GantiPresiden oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua DPP Partai Demokrat Andi Nurpati saat berkunjung ke beberapa kampus. Menurut Bagja, secara etika, seruan yang dilontarkan Zulkifli dan Andi memang tidak diperbolehkan.

"(Secara etik enggak boleh?) Iya secara etik," kata Bagja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/9).

Bagja meminta, semua pihak untuk menahan diri hingga masa kampanye calon presiden dan wakil presiden dimulai. Masa kampanye akan dimulai pada 23 September 2018.

"Saya minta semua pihak menahan diri. Masa kampanye belum mulai dan Pak Sandi juga belum jadi cawapres. Kami harapkan semua pihak entah yang bakal calon dari pak Jokowi-Ma'ruf, begitu juga Pak Prabowo dan Pak Sandi menahan diri simpatisannya. Ini kan sebelum kampanye sudah berkampanye di mana-mana," ungkapnya.

Dalam beberapa kunjungannya Zulkifli juga sempat mengajak bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno. Menurut Bagja, hal itu tidak masalah selama Sandi tidak melakukan politik praktis di lingkungan kampus.

"Kan di perguruan tinggi tidak boleh politik praktis dalam Perguruan Tinggi. Silakan kalau Pak Sandi ingin kuliah umum silakan, kalau Pak Jokowi silakan. Tapi kalau pilih saya that's problem," ujarnya.

Tambahnya, juga tak masalah jika Sandi memperkenalkan diri sebagai bakal calon wakil presiden. Sebab, kata dia, belum tentu Sandi lolos dalam seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ya dia memang bakal cawapreskan. Belum tentu nanti putusan KPU lolos apa tidak," ucapnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini