Bawaslu: Ada laporan politik uang di Sulsel, Lampung dan Jatim

Sabtu, 30 Juni 2018 10:46 Reporter : Sania Mashabi
Bawaslu: Ada laporan politik uang di Sulsel, Lampung dan Jatim ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, pada Pilkada Serentak 2018 ini masih marak kasus politik uang (money politics). Kata dia, Bawaslu menerima 40 pelaporan kasus money politics di pelaksanaan Pilkada 2018.

"Dari seluruh Indonesia, kami dapat laporan 40 laporan money politics yang kami tindak lanjuti 37," kata Fritz Edward Siregar dalam sebuah diskusi bertajuk 'Pilkada, Kotak Kosong dan Pilpres' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Menurut Fritz, pelaporan kasus terbanyak terjadi wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kemudian disusul oleh wilayah Lampung.

"Yang terbanyak Sulsel delapan kasus, Lampung tujuh kasus, Jatim ada," ungkapnya.

Tambah Firtz, jenis pelanggaran lain yang terjadi adalah pelanggaran administrasi seperti mekanisme pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pelanggaran tersebut mencapai 1700 kasus.

"Misal tidak dibuka dari pukul 07.00, tidak memberi arahan, ada KPPS mengarahkan salah satu paslon, DPT tidak ditarik di depan TPS, ada masalah logistik. Kami menemukan sampai Kamis sore 1700-an pelanggaran," ucapnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini