Bamsoet: Masa Luhut Jadi 'Jembatan' Jokowi?

Selasa, 3 Desember 2019 21:50 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bamsoet: Masa Luhut Jadi 'Jembatan' Jokowi? Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Bambang Soesatyo (Bamsoet) membantah keputusan mundur dari pertarungan Munas Golkar karena permintaan Istana melalui Luhut Panjaitan. Bamsoet mundur setelah bertemu dengan Luhut Airlangga Hartarto, dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie sebelum Munas dibuka.

"Enggak ada, enggak ada," ujar Bamsoet di Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, (3/12).

1 dari 7 halaman

Bamsoet juga membantah Luhut menjadi jembatan atau utusan Presiden Joko Widodo untuk melobi dirinya mundur. Menurutnya, Luhut tak mungkin jadi jembatan Istana. Dia malah bilang dalam pertemuan tersebut juga ada Aburizal yang merupakan senior Golkar.

"Masa Pak Luhut jadi jembatan?" ucapnya sambil tertawa.

2 dari 7 halaman

Ketua MPR itu bilang, kalau para senior turun seperti Ical dan Luhut, atau Akbar Tanjung dan Agung Laksono, artinya ingin menyelesaikan masalah internal.

"Kita sama bertemu dengan Pak Ical kemudian Pak Akbar, Pak Agung jadi kalau di Golkar itu begitu para senior turun dan Dewan Pembina turun ya untuk merangkul adik-adiknya menjelaskan itulah cara-cara kami menyelesaikan masalah internal kami," kata Bamsoet.

3 dari 7 halaman

Dia pun menegaskan, keputusan mundur karena mendengar nasihat para senior Golkar. Bamsoet menyebut tidak ingin Golkar makin panas.

"Setelah saya cermati perkembangan terakhir maka saya memutuskan atas saran nasihat dan pendapat dari para senior dan para ketua Dewan Pembina Dewan Kehormatan dan Dewan Penasihat," ujar Bamsoet.

4 dari 7 halaman

Bamsoet bilang paling penting bagi Golkar adalah rekonsiliasi agar suasana adem. Dia berharap Airlangga menjalankan tugas kepartaian dengan baik.

"Yang paling penting bagi Partai Golkar adalah kita melakukan rekonsiliasi supaya adem itu sudah saya lakukan," kata dia.

5 dari 7 halaman

Bisikan Petinggi Golkar

Salah seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Bamsoet mengungkap isi pertemuan empat tokoh partai beringin tersebut. Dalam diskusi itu, Luhut yang kini menjabat sebagai Menko Kemaritiman menyatakan, dirinya membawa pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Luhut disebut memerintahkan Bamsoet untuk mundur dari pencalonan Ketum Golkar. Luhut mengaku diperintah Jokowi untuk meminta Bamsoet mundur segera.

"Luhut tentu bukan mewakili dirinya sendiri," jelas sumber itu seraya mengiyakan bahwa maksud kalimat itu Luhut mewakili Istana.

6 dari 7 halaman

Sumber ini juga mengatakan, Luhut meminta Munas Golkar harus berjalan musyawarah mufakat tanpa adanya voting. Jokowi menghendaki Airlangga yang menjadi ketua umum.

"Jokowi yang minta melalui Luhut," tegas mantan pejabat negara ini.

7 dari 7 halaman

Luhut Bantah

Saat dikonfirmasi perihal informasi tersebut, Luhut tegas membantah. Dia mengatakan, tidak ada perintah Istana dalam dinamika politik jelang pembukaan Munas Golkar.

"Enggak ada. Arahan kami saja untuk Golkar. Tidak ada yang menekan-nekan," jawab Luhut saat dikonfirmasi merdeka.com.

Luhut menceritakan lobi ini sudah terjadi sejak pertemuan DPD I dan DPD II Golkar pro Airlangga di Tangerang semalam.

"Kami ketemu kemarin malam, di Bumi Serpong Damai, kita ngobrol-ngobrol, ngomong-ngomong, terus akhirnya ketemu tadi. Terus janjian, kami sepakat ketemu tadi," tambah Luhut. [rnd]

Baca juga:
Presiden Jokowi Buka Munas Partai Golkar
Bamsoet Mundur, Jokowi Ajak Peserta Munas Golkar Beri Apresiasi Tepuk Tangan
Airlangga Sebut Munas Golkar Jadi Adem karena Bamsoet
Titah Jokowi dan Tangan Dingin Luhut di Balik Mundurnya Bamsoet
Ikuti Jejak Bamsoet, Agun Gunandjar dan IBU Ikut Mundur dari Munas Golkar
Pembukaan Munas Golkar, Jokowi, Megawati hingga Prabowo Hadir

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini