Ba'asyir Tolak Setia pada Pancasila, PDIP Sebut Silakan Jadi Warga Negara Lain

Minggu, 20 Januari 2019 14:25 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ba'asyir Tolak Setia pada Pancasila, PDIP Sebut Silakan Jadi Warga Negara Lain baasyir di Lapas Gunung Sindur. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai seharusnya Warga Negara Indonesia (WNI) bersumpah setia kepada Pancasila dan NKRI tanpa terkecuali. Pihaknya menyarankan Abu Bakar Ba'asyir untuk taat dan setia kepada Pancasila dan NKRI.

Hasto menanggapi terpidana terorisme, Abu Bakar Ba'asyir yang menolak menandatangani surat pernyataan untuk setia pada Pancasila dan NKRI sebagai salah satu persyaratan kebebasan.

"Karena itulah sekali lagi PDIP dengan sangat merekomendasikan bahwa ketaatan terhadap, Pancasila dan NKRI itu bersifat wajib dan tidak bisa ditawar-tawar," ujar Hasto di DPC PDIP Jakarta Timur, Minggu (20/1).

Hasto menegaskan pandangan PDIP kokoh dalam konstitusi untuk setia kepada Pancasila dan NKRI. Maka itu, dia berpendapat jika ada yang tidak bisa berkomitmen, bisa dipersilakan keluar dari Indonesia.

"Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat terhadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya dipersilakan untuk jadi warga negara lain," kata Hasto.

Kendati demikian, dia tetap memahami mengapa Jokowi mengambil kebijakan membebaskan Ba'asyir, yaitu demi kemanusiaan. Hasto membantah kebijakan itu bernuansa politisasi dan demi elektoral.

"Kami tidak berbicara elektoral, kami berbicara tentang kemanusiaan," ucapnya.

Diberitakan, Presiden Jokowi memberikan kebebasan kepada terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dengan alasan kemanusiaan. Meski demikian, Ba'asyir menolak untuk menandatangani surat pernyataan untuk setia pada Pancasila dan NKRI sebagai salah satu persyaratan kebebasan.

Kuasa hukum Presiden Jokowi, Yusril Ihza Mahendra mengungkap alasan penolakan Ba'asyir meneken surat tersebut karena kepercayaan dan pendirian Ba'asyir hanya untuk hal diyakininya dalam agama Islam.

"Pak Yusril kalau suruh tanda tangan itu saya tak mau bebas bersyarat, karena saya hanya patuh dan menyembah-Nya, inilah jalan yang datang dari Tuhan mu," kata Yusril menirukan perkataan Ba'asyir saat di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini