Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies Jadi Capres Pilihan Anak Muda, NasDem Ingatkan Pemimpin Dilihat dari Kinerja

Anies Jadi Capres Pilihan Anak Muda, NasDem Ingatkan Pemimpin Dilihat dari Kinerja Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menduduki urutan pertama calon presiden pilihan anak muda, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia. Anies mendapatkan persentase tertinggi yaitu 15,2 persen. Disusul Ganjar Pranowo 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen.

Sementara itu, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto mendapat suara masing-masing 9,8 persen dan 9,5 persen. Di posisi keenam ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 4,1 persen.

Survei ini dirilis pada hari Minggu, 21 Maret kemarin dan dilakukan pada 4-10 Maret 2021. Usia responden antara 17-21 tahun berjumlah 1.200 responden, menggunakan kontak telepon dengan asumsi metode simple random sampling.

Di mana ukuran sampel 1.200 responden, memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nova Paloh berpesan kepada generasi Z bahwa yang terpenting dari seorang pemimpin adalah kinerjanya. Dia berharap, anak muda tidak mudah percaya dengan janji-janji manis belaka yang keluar dari mulut sang pemimpin tersebut.

"Jangan lihat pemimpin dari outlooknya saja. Jangan lihat dari tata bicara/perkataan saja. Perkataan dan implementasi itu harus sesuai. Yang terpenting kinerjanya," kata Nova saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/3).

Politisi dari fraksi NasDem itu kemudian menyinggung draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022 yang direvisi, sehingga berbeda dengan RPJMD yang diajukan Anies saat awal menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Anak muda harus melihat rekam jejak pemimpin tersebut. Apa saja yang sudah beliau lakukan. Apakah program-program beliau (Anies) sudah sesuai target RPJMD?" tanya Nova

Salah satu perubahan dalam draf RPJMD yang diajukan Anies ke DPRD pada pekan lalu yakni terkait program Rumah DP Nol Rupiah. Yang mana awalnya batas minimal penghasilan bagi warga yang mau membeli rumah tersebut minimal Rp7 juta, kini menjadi Rp14,8 juta.

Bukan hanya itu, Nova juga menyinggung program normalisasi sungai yang dihapus dalam RPJMD. Dia sangat menyayangkan hal itu karena menurutnya, program normalisasi pada masa kepemimpinan Ahok sudah terbukti mengurangi titik banjir di Jakarta.

"Masalah rumah DP Nol Rupiah. Batasan penghasilan awalnya Rp7 juta, lalu naik jadi Rp14re juta, lalu masalah normalisasi sungai, NCICD yang belum selesai sampai sekarang," bebernya.

Sebagai informasi NCICD atau National Capital Integrated Coastal Development merupakan proyek tanggul laut raksasa di wilayah pesisir Jakarta yang berfungsi untuk menahan banjir rob.

"Kita tahu, beliau orang cerdas, tapi kinerjanya tidak fokus. Padahal target RPJMD harus sesuai, apakah disesuaikan dengan masalah banjir dan sampah?" tanya Nova.

Sebelum menyelesaikan masa jabatannya yang tinggal satu tahun lagi, Nova mengingatkan Anies mengenai masalah banjir dan sampah di DKI Jakarta yang menurutnya merupakan masalah prioritas. Dia berharap, Anies tidak bisa menggunakan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangani banjir secara bijak. harus segera dituntaskan. Seperti yang diketahui Pemprov DKI Jakarta mendapatkan alokasi pinjaman PEN 2020 sebesar Rp 3,2 triliun dan sekitar Rp1 triliun dimanfaatkan untuk penanganan banjir.

"Soal banjir, DKI dapat bantuan dari dana pemerintah pusat, jadi kita memang kekurangan dana dan seharusnya segera dituntaskan masalah-masalah seperti banjir, sampah, dan kemacetan," ungkapnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP