Anggota pansus optimis RUU Pemilu rampung Mei 2017
Merdeka.com - Anggota Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria mengaku optimis pembahasan revisi sesuai target bulan Mei 2017. Saat ini perbedaan pandangan dari fraksi hanya tersisa soal sistem pemilu, ambang batas parlemen serta ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden.
"Kami optimis revisi UU ini akan selesai. Hanya perbedaan-perbedaan itu sistem terbuka atau tertutup, presidential dan parliamentary threshold," kata Riza di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1).
Riza menuturkan alasan alotnya pembahasan ambang batas parlemen dan pencalonan presiden karena putusan Mahkamah Konstitusi mengamanatkan pemilu mendatang dilakukan secara serentak. Dengan dilakukan secara bersamaan, tidak ada dasar yang dijadikan rujukan besaran ambang batas.
"Tidak hanya terkait partai besar, partai menengah dan partai kecil yang kesempatan yang berbeda. Tapi ini kan terkait putusan MK bahwa Pemilu dilakukan secara serentak, kalau serentak kan apa yang dijadikan dasar rujukan threshold," terangnya
Karena tidak ada rujukan, maka berapa pun usulan pemerintah terkait besaran ambang batas parlemen sifatnya inkonstitusional. Untuk itu Riza menegaskan Partai Gerindra ingin agar ambang batas parlemen dihapus menjadi 0 persen.
"Jadi kita jangan mencoba-coba tidak ada pilihan lain kalau threshold harus 0 persen. Itulah kenapa Gerindra agar 0 persen, ada alasan lain yaitu supaya semua anak bangsa ikut konstelasi pencalonan presiden," tegasnya.
Riza menambahkan sejauh ini baru beberapa partai yang menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM). Pansus RUU Pemilu menyarankan kepada seluruh fraksi mengumpulkan DIM hingga batas waktu yang disepakati, yaitu 16 Januari.
"Jadi memang kesepakatan selambat-lambatnya hari Senin tanggal 16, sampai hari ini ada beberapa yang belum menyerahkan kami harapkan segera diserahkan," jelas dia.
Namun hingga hari ini masih ada fraksi yang belum menyerahkan DIM. Padahal, lanjutnya, Pansus akan menyerahkan DIM dari 10 fraksi kepada pemerintah hari Kamis (19/1).
"Karena sesuai jadwal nanti tanggal 19 nanti kami menyerahkan DIM dari sepuluh fraksi ke pemerintah. Kami harapkan segera selesai DIM-nya dan menyerahkan ke sekretariat," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya