Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ali Mochtar Ngabalin ditunjuk jadi 'mulut, telinga dan mata' politik Jokowi

Ali Mochtar Ngabalin ditunjuk jadi 'mulut, telinga dan mata' politik Jokowi ali mochtar ngabalin dan jokowi. ©2018 Merdeka.com/dokumen pribadi

Merdeka.com - Politikus Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin tak menyangka pada Selasa (22/5) dipanggil Presiden Joko Widodo menghadap ke Istana. Di Istana, Ali diminta Jokowi untuk membantunya ikut mengurus negara.

Jokowi menunjuk Ali sebagai tenaga ahli utama (eselon 1) di lingkaran Istana di bawah koordinasi Kantor Staf Kepresidenan. Ali diminta menjelaskan program kerja dan capaian pemerintah kepada masyarakat luas.

Ali menceritakan, dirinya sudah berdiskusi panjang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno sebelum akhirnya dipanggil Jokowi ke Istana. Merasa memiliki pengalaman yang cukup, Ali menerima tantangan dari presiden menjadi mulut, mata dan telinga orang nomor satu di Indonesia itu.

"Saya akan menjelaskan tentang capaian pemerintah, menjadi mulut, telinga dan mata presiden, menjelaskan kepada publik," kata Ali saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (23/5).

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Ali mengatakan, sejumlah pesan telah disampaikan oleh politikus PDIP itu. Ali mengaku siap mengemban tugas yang diberikan oleh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Presiden menyampaikan, kata dia, agar tim yang terdiri dari empat orang itu bisa membangun satu semangat kerja sama. Ibarat memainkan orkestra yang bisa sejalan dengan pesan dan makna agar masyarakat bisa dapatkan informasi yang secara detail kebenarannya, bisa terukur kerja-kerja dan capaian pemerintah yang selama ini telah dilakukan itu bisa terekspos, terpublikasi dengan baik.

"Kedua presiden menyampaikan pesan bahwa jangan sampai nanti kita mendapat serangan atau gitulah pengertinya, baru sibuk membela diri, padahal tidak," kata Ali.

Ali secara khusus memegang komunikasi di bidang politik. Dia akan secara rutin berdiskusi dengan Jokowi minimal satu pekan satu kali. Tidak menutup kemungkinan, tim ini juga akan ikut ke sejumlah lawatan Jokowi di berbagai daerah.

"Saya juga menawarkan diri agar pada waktu presiden bertemu dengan umat, mungkin ada hal-hal kaitan menjelaskan tentang keumatan, kami bisa menjelaskan," kata dia.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP