Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akbar khawatir Golkar tak punya kursi di DPR pada Pemilu 2019

Akbar khawatir Golkar tak punya kursi di DPR pada Pemilu 2019 Akbar Tandjung. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai kasus yang menjerat Ketum Partai Golkar bakal memengaruhi pelaksanaan Pemilu Legislatif tahun 2019. Terlebih telah disahkannya UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilu menetapkan ambang batas kursi anggota DPR setiap parpol sebanyak 4 persen.

"Berkaitan dengan partai ada parliamentary threshold yaitu 4 persen. Artinya kalau misalnya partisipasi tidak bisa mendapatkan dukungan suara di atas 4 persen maka partai itu tidak akan berhak untuk mempunyai wakilnya di DPR," kata Akbar Tanjung di kediamannya Jalan Purnawarman No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/7).

Mantan Ketum Partai Golkar ini menyebut dari hasil survei yang diterimanya menunjukkan elektabilitas Partai Golkar terus menurun. Survei bulan April tersebut melihat elektabilitas Partai Golkar di peringkat ketiga dengan perolehan 7,1 persen.

Angka ini menjadi rentan bagi posisi Golkar di parlemen lantaran mendekati ambang batas yang telah ditetapkan yakni 4 persen. Bila perolehan kursi partai Golkar pada Pemilu legislatif mendatang di bawah ambang batas maka dipastikan Partai Golkar tak berhak atas kursi parlemen.

"Nah ini yang kami sangat khawatir, kami sangat takut, bisa ini kejadian pada Partai Golkar. Seandainya ini kejadian pada pemilu 2019 yang akan datang berarti Golkar tidak punya wakil nah ini yang kami takutkan. Kami takutkan betul, saya takutkan betul," ungkap Akbar.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut dia pun mendorong Partai Golkar untuk mengambil langkah-langkah strategis. Mulai dari perbaikan keorganisasian yang berkaitan dengan soal kepemimpinan partai.

Hal ini lanjut Akbar diambil dalam rangka memberikan jaminan untuk Partai Golkar bisa mendapatkan posisi strategis di Parlemen. Bahkan dia berharap menjadi partai pemenang dalam pemilu legislatif seperti tahun 2004.

"Sehingga kita bisa meraih posisi setidak tidaknya kita posisi 2 besar. Syukur-syukur bisa menjadi pemenang kembali karena kita sudah menjadi pemenang tahun 2004," ungkapnya.

Akbar pun menginginkan adanya upaya pencegahan turunnya elektabilitas partai Golkar. Apalagi terus merosot hingga mencapai ambang batas bawah.

"Apalagi sampai pada di bawah batas threshold, ini tentu kami semua tidak terima. Terutama saya sendiri yang memimpin Golkar di era-era reformasi, di awal awal reformasi. Saya tidak terima," pungkasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP