Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aher: Saya meminta semua pemilih pemula menggunakan hak pilihnya

Aher: Saya meminta semua pemilih pemula menggunakan hak pilihnya Gubernur Aher di HUT ke-72 Jabar. ©2017 merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta seluruh warga termasuk pemilih pemula untuk berpartisipasi memberikan suaranya dalam Pilkada nanti. Menurutnya, sayang jika pemilih pemula memilih untuk golput.

"Saya tentu meminta semua pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya. Pilihlah calon yang paling membuat nyaman dan masuk di hati," katanya usai melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh KPU Kota Bandung di rumah dinasnya, Sabtu (3/2).

Pria yang akrab disapa Aher itu menyebut pesta demokrasi merupakan momen penting, karena menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin selama lima tahun kedepan. "Kepada pemilih pemula agar tidak ragu dalam menggunakan hak pilihnya," terangnya.

Di lain pihak, Aher memastikan seluruh keluarganya yang sudah mempunyai hak pilih akan ikut serta dalam memberikan suara dalam Pilkada. "Keluarga saya yang nanti memilih ada tujuh orang. Anak saya yang nomor empat dan lima kebetulan pemilih pemula," imbuhnya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar menargetkan partisipasi pemilih mencapai 75 persen di Pilkada serentak 2018. Salah satu upayanya adalah memaksimalkan antusiasme pemilih pemula.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq saat dihubungi, Sabtu (3/2/2018).

Target persentase yang dicanangkan oleh KPU meningkat jika dibandingkan partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur 2013 lalu sebanyak 63 persen maupun pemilihan legislatif 2014 sebesar 73 persen.

"Kami mencatat ada sekitar 10-12 juta potensi pemilih pemula dalam Pilkada serentak 2018," ucap Endun.

Jumlah itu merupakan 30 persen dari daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang berjumlah 34 juta jiwa. Ia menjelaskan, pemilih pemula yang dimaksud adalah kategori penduduk yang belum pernah memilih, baru menginjak usia 17 tahun dan pensiunan TNI - Polri.

Sebaran pemilih pemula hampir merata di semua Kabupaten Kota di Jabar. Namun, jika harus dibandingkan, paling besar jumlah pemilih pemula berada Bogor.

"Kami tidak punya parameter khusus, tapi kami yakin tahun depan antusiasme generasi muda cukup besar," terang Endun.

Strategi untuk menggaet pemilih pemula dalam Pilkada serentak 2018 di antaranya melakukan sosialisasi dengan bertatap muka langsung target potensi pemilih pemula. "Kami juga bekerja sama dengan beberapa kampus, organisasi mahasiswa," ungkap dia.

Tidak hanya tatap muka, kata dia, sosialisasi juga dilakukan melalui jejaring sosial. Misalnya melalui aplikasi khusus dan media sosial secara masif.

"Kami juga create aplikasi yang nanti menjamah pemilih generasi milenial terutama melalui medsos," tutur Endun.

Selain itu, ada program pendidikan politik bagi pemilih muda agar proses demokrasi berkualitas baik. Pemilih generasi muda adalah pemilih berusia 17-25 tahun. "Mereka biasanya labil, jadi perlu diberikan pendidikan politik," pungkasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP