Ada Usulan Khofifah-Emil Jilid II di Pilgub Jatim 2024, Ini Respons Partai Koalisi

Sabtu, 13 Agustus 2022 15:21 Reporter : Erwin Yohanes
Ada Usulan Khofifah-Emil Jilid II di Pilgub Jatim 2024, Ini Respons Partai Koalisi Khofifah-Emil resmikan posko pemenangan milik seorang Gusdurian. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur masih 2 tahun lagi. Namun koalisi antara Khofifah-Emil tampaknya tak akan bertahan alias pecah kongsi. Tanda-tanda ini terlihat, dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terlihat enggan mengusung calon dari luar koalisi.

Seperti diketahui, pasangan Khofifah Indarparawansa-Emil Elestianto Dardak Partai Demokrat, PPP, Hanura, Golkar, PAN, NasDem, dan PKPI. Emil sendiri kini menjadi kader Partai Demokrat. Dalam konteks KIB, Demokrat tidak masuk jajaran koalisi.

Ketua Golkar Jatim M Sarmuji menyebut, urusan koalisi merupakan usulan dari DPP atau pusat. Namun dia menegaskan, pihaknya memastikan mengutamakan kader internal untuk Pilgub Jatim 2024 mendatang. Apalagi, Golkar memiliki banyak kader internal yang mumpuni untuk diusung di Pilgub Jatim 2024.

"Sekali lagi, bahwa Pilgub Jatim masih jauh, Belanda masih jauh. Dan kalau siapa yang diusulkan, itu nanti ya. Golkar juga punya banyak kader internal yang mumpuni," katanya, Sabtu (13/8).

Sarmuji menyebut, Golkar Jatim menawarkan ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi Cawapres Airlangga di Pilpres. Apalagi, kata Sarmuji, level Khofifah sudah selayaknya masuk panggung nasional.

"Jelas Golkar Jatim kalau ibu Khofifah mau jadi wakilnya Pak Airlangga monggo kami akan usulkan. Kalau Pilgub Jatim itu bicaranya setelah Pileg 2024 saja," imbuhnya.

Ada sejumlah nama yang dispekulasikan akan diusulkan Golkar untuk diusulkan sebagai Cagub atau Cawagub di Pilgub Jatim. Di antaranya Sarmuji sendiri yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Golkar Jatim.

Kemudian Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Anggota DPR RI M Misbakhun, Ridwan Hisjam, hingga Menantu Pakde Karwo yang baru saja bergabung dengan Golkar yakni Bayu Airlangga. Menanggapi nama-nama yang beredar itu, Sarmuji dengan santai menjawab.

"Kita belum keluarkan nama, kalau isu dan spekulasi yang ada itu kan wajar. Tapi belum waktunya mengeluarkan nama-nama untuk calon-calon itu. Kita fokus meningkatkan perolehan kursi Golkar di Pemilu 2024 lalu baru fokus Pilkada 2024," terangnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini membocorkan, bahwa komunikasi antara Partai Demokrat dengan KIB saat ini sudah berjalan. Namun, diamenyebut biar waktu nantinya yang akan menjawab apakah partai besutan SBY itu akan jadi bergabung atau tidak.

"Kalau Demokrat pusat gabung KIB, kami pasti senang. Artinya kekuatan kita (KIB) bertambah. Rintisan komunikasi (antara Demokrat dan KIB) itu ada, tapi biar waktu yang menjawab," tegasnya.

Sementara Ketua DPW PAN Jatim, Ahmad Riski Sadig mengatakan, usulan Khofifah-Emil Jilid II belum dipikirkan oleh PAN. Pihaknya masih menunggu hasil Pileg 2024.

"Kalau soal Jilid II tentunya berdasar undang-undang syarat pencalonan bergantung hasil pemilu 2024. Kalau PAN mengawal sampai akhir itu sudah komitmen sebagai pengusung saat Pilgub Jatim 2018 lalu," ungkap Sadig.

Anggota DPR RI ini menegaskan, dalam KIB, semua partai memiliki semangat kebersamaan. Kalau Demokrat mau gabung, lanjut Sadig harus mengutamakan kebersamaan.

"Tapi kalau terkait mau gabung KIB jangan pakai syarat-syarat ya. Kan KIB dibangun dalam kebersamaan bukan persyaratan," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Sementara Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Mujahid Ansori menyebut, PPP masih akan menunggu hasil Pileg 2024. Tidak menutup kemungkinan PPP menyodorkan calon dari internal.

"Kuncinya di Pileg, dilihat dulu nanti kursi PPP, kalau lebih banyak (dari Demokrat) bisa jadi kita usul kader internal," kata Mujahid.

Mujahid menegaskan, PPP akan berkomitmen mendukung Khofifah. Menurutnya, Khofifah mau maju di Pilgub Jatim lagi atau di Pilpres, PPP Jatim akan mendukung penuh.

"Kalau dengan Bu Khofifah yang notabene adalah kader asli yang dilahirkan PPP, saya kira sudah selesai. Bu Khofifah mau ke Pilpres, kita usulkan, mau maju lagi di Pilgub Jatim ya kita dukung," kata Mujahid.

"Saya kira, kalau partai di KIB semua senapas ya untuk Bu Khofifah, kalau beliau maju di Pilgub Jatim, rasa-rasanya KIB siap mendukung. Tapi kalau wakilnya ya tunggu dulu," tandasnya.

Baca juga:
Gaya Pejabat Daerah Beri Kejutan Istri Ultah, Lari Lalu Berikan Kecupan Sayang
Kabar Terbaru Arumi Bachsin yang Kini Jadi Istri Wagub, Akui Menikmati Tugas Barunya
Kasus Kerumunan Pesta Ultah Gubernur Jatim, Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi
APBD Jatim 2021 Disahkan Rp32,8 Triliun, Paling Besar untuk Sektor Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini