5 Janji Jokowi perbaiki ekonomi Indonesia jika jadi presiden

Rabu, 14 Mei 2014 04:32 Reporter : Saugy Riyandi
5 Janji Jokowi perbaiki ekonomi Indonesia jika jadi presiden Jokowi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo telah mengetahui masalah-masalah yang terjadi di Indonesia. Bahkan, masalah tersebut tidak pernah diselesaikan pada pemerintahan sebelumnya yaitu masalah impor pangan dan komoditas.

Sebagai calon presiden, Jokowi juga harus mengetahui permasalahan yang terjadi selama ini. Di negeri yang kaya ini, Indonesia malah bergantungan dengan impor. Impor tersebut memang untuk memenuhi kebutuhan yang ada di Indonesia. Namun, apabila Indonesia memiliki sumber daya alam dan manusia yang cerdas, maka Indonesia bisa terlepas dalam jeratan impor.

Tidak hanya itu, sumber daya alam juga sepenuhnya dikuasai asing. Penguasaan asing tersebut jelas merugikan Indonesia dari keuntungan hasil sumber daya alam tersebut. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi mengutarakan keprihatinannya terhadap masalah-masalah tersebut.

Terlebih, tagline 'Indonesia Hebat' yang dibawa Jokowi dan partainya, PDI Perjuangan menunjukkan komitmen Jokowi untuk melepaskan jeratan-jeratan dari masalah-masalah tersebut apabila menjadi presiden mendatang.

Berikut janji-janji Jokowi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia yang dirangkum merdeka.com:

1 dari 5 halaman

Swasembada pangan

panen padi. ?2012 Merdeka.com/imam buhori

Jokowi telah berjanji untuk swasembada pangan dalam waktu 5 tahun apabila terpilih menjadi presiden mendatang. Untuk itu, mantan wali kota Solo ini bakal membenahi dan merevitalisasi pasar tradisional untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut.

"Banyak sekali yang sudah rusak dan dibiarkan begitu saja. Padahal keberadaan pasar bisa dijadikan penopang perekonomian kerakyatan di Indonesia," kata Jokowi.

Topik pilihan: PDIP | Koalisi Pilpres 2014 | Abraham Samad

2 dari 5 halaman

Lahan untuk pertanian

panen padi. shutterstock

Lahan pertanian saat ini banyak yang dijadikan lahan tambang ataupun perumahan. Untuk itu, Jokowi berjanji kepada petani untuk tidak akan membiarkan lahan pertanian dijadikan lahan pertambangan ataupun perumahan.

"Ke depan tidak ada lagi lahan pertanian yang terkonversi untuk lahan tinggal dan area tambang. Lahan tidak hanya untuk padi saja tapi juga untuk kebun umbi-umbian, sagu," kata Jokowi.

Topik pilihan: PDIP | Koalisi Pilpres 2014 | Abraham Samad

3 dari 5 halaman

Bank Tani

petani teh. shutterstock

Indonesia saat ini ketergantungan terhadap impor. Padahal, sumber daya alam yang ada di Indonesia sangat melimpah. Dengan begitu, Jokowi berjanji akan membuat Bank Tani yang bakal mengurangi impor pangan tersebut.

"Karena nilai impor bahan pangan seperti beras, daging, bawang masih tinggi makanya dengan membentuk Bank Petani diharapkan bisa menekan hal itu sehingga inflasi bahan pokok yang sering terjadi ke depan tidak akan terulang kembali," ujar Jokowi.

Dalam pandangannya, Bank Tani juga bisa menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup petani lokal. "Bank Petani harus didirikan di sini untuk memberikan penghidupan bagi petani lokal. Ini juga untuk menambah permodalan yang mudah bagi petani," kata dia.

Topik pilihan: PDIP | Koalisi Pilpres 2014 | Abraham Samad

4 dari 5 halaman

Ketahanan pangan dan energi

Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Ketahanan pangan dan energi selalu menjadi pokok permasalahan yang ada di Indonesia. Padahal, kedua sektor menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi era globalisasi.

Jokowi menegaskan sektor pangan dan energi yang bakal menjadi perhatiannya apabila terpilih menjadi presiden dalam pemilihan presiden mendatang. "Energi dan pangan adalah hal yang menjadi perhatian saya, karena ketahanan energi harus kita kuasai sendiri," kata Jokowi.

Topik pilihan: PDIP | Koalisi Pilpres 2014 | Abraham Samad

5 dari 5 halaman

Kurangi impor pupuk

pupuk. Merdeka.com/Imam Buchori

Selain memberikan lahan untuk pertanian, Jokowi juga berjanji untuk mengurangi impor pestisida dan bibit pertanian. Menurut Jokowi, impor pestisida dan bibit pertanian membuat beban biaya petani tinggi.

Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah untuk melakukan swasembada pangan. "Tanggung jawab pemerintah ke depan agar bimbingan diberikan ke petani. Pestisida dan pupuk alam ada. Petani bisa produksi sendiri," tegas Jokowi. [tyo]

Baca juga:
Berani umumkan cawapres, ini kekuatan Jokowi
NasDem sambut baik dukungan Golkar ke Jokowi
Kader Golkar usul Akbar Tandjung jadi cawapres Jokowi
Perkuat koalisi, Jokowi bakal jajaki Partai Demokrat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini