Yenny: Pemikiran Gus Dur perlu dikembangkan demi jaga persatuan umat

    Reporter : Muhammad Sholeh | Minggu, 8 Januari 2017 16:00
    Yenny: Pemikiran Gus Dur perlu dikembangkan demi jaga persatuan umat
    Gus Dur. ©Reuters

    Merdeka.com - Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, pemikiran Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid ( Gus Dur) tentang humanisme perlu terus dikembangkan di tengah situasi menguatnya intoleransi beragama saat ini.

    "Di tengah situasi kehidupan berbangsa yang terpecah-belah pandangan politik maka pikiran dan gagasan besar Gus Dur tentang humanisme perlu untuk terus di kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat," kata Yenny seperti dilansir Antara, Minggu (8/1).

    Menurut putri Gus Dur itu, kondisi bangsa saat ini terpecah-belah karena faktor SARA, menguatnya sikap intoleransi dalam beragama dan kebhinekaan yang mulai terusik. Kemudian NKRI yang terancam karena radikalisasi paham keagamaan serta saling fitnah dan hujat karena perbedaan pandangan.

    Yenny mengatakan dalam peringatan Haul Gus Dur di Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Sabtu (7/1) malam, yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, lintas agama dan suku.

    Yenny menilai hadirnya ribuan jemaah dari berbagai daerah dalam Haul Gus Dur itu membuktikan bahwa masyarakat masih mencintai dan merindukan sosok Gus Dur yang konsisten selalu berpihak pada kaum lemah dan pembelaanya pada minoritas.

    Yenny mengingatkan, bagi Gus Dur, apapun risikonya keutuhan NKRI yang telah susah payah di rebut oleh para pendahulu adalah harga mati. Hal ini dibuktikan oleh Gus Dur saat rela meninggalkan kursi Presiden pada 2001 meski pendukungnya rela mati untuk membelanya.

    "Pemikiran kedamaian almarhum Gus Dur seperti yang di sampaikan Presiden Jokowi dalam Haul Gus Dur di Ciganjur, yakni Gus Dur selalu menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia, bahwa Islam mengajak persaudaraan dan perdamaian, bukan untuk memecah belah persatuan umat," ujar Yenny.

    Yenny menekankan bahwa Gus Dur selalu mengajak umat pada Islam yang moderat, menghargai pluralisme dan selalu pembawa pesan kedamaian. Oleh karena itu dia mengatakan, pemikiran Gus Dur tentang kedamaian perlu dikembangkan ditengah situasi bangsa saat ini.

    Baca juga:
    Jokowi: Kalau Gus Dur masih ada, kita pasti dibilang kayak anak TK
    Gus Dur dan Ganjar, sama-sama lucu dan kontroversial
    Adik Gus Dur: Menteri Susi bisa kalahkan Donald Trump
    Sinta Wahid sebut Gus Dur & Sabam Sirait sahabat dalam nasionalisme
    Istri Gus Dur & bocah Arya hadiri halal bi halal Mensos

    [sho]

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE