Wiranto Tegaskan Tak Ada Jalan untuk Referendum Papua dan Papua Barat

Selasa, 3 September 2019 16:49 Reporter : Merdeka
Wiranto Tegaskan Tak Ada Jalan untuk Referendum Papua dan Papua Barat Konser Masyarakat Papua di CFD. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto menegaskan, tak ada ruang lagi bagi Papua dan Papua Barat untuk jajak pendapat atau referendum. Belakangan, isu ini kembali disuarakan oleh aktivis kemerdekaan Papua.

Wiranto menjelaskan alasannya. Referendum hanya untuk wilayah yang bukan bagian dari pemerintahan sebuah negara. Sedangkan Papua dan Papua Barat sudah masuk bagian dari pemerintahan Indonesia. Lalu dia mengambil contoh Timor Timur saat menggelar referendum dan berakhir memerdekakan diri dari Indonesia. Timor Leste adalah bagian dari penjajahan Portugis. Sedangkan Indonesia, dulu adalah Hindia Belanda.

"Kalau bicara referendum, maka sebenarnya hukum internasional sudah tak ada lagi tempat untuk Papua, Papua Barat kita suarakan referendum. Sebab dalam hukum internasional, referendum itu bukan untuk wilayah yang sudah merdeka. Tapi wilayah yang non governing territory, seperti misal Timor Timur dulu. Itu merupakan provinsi seberang lautan dari Portugis di PBB. Bukan wilayah Indonesia," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Selasa (3/9).

Wiranto melanjutkan, berdasarkan piagam PBB, Papua dan Papua Barat sudah sah sebagai wilayah NKRI. Dia menegaskan, keputusan PBB itu tidak bisa ditinjau kembali atau diganti.

"Sehingga jalan untuk ke sana (referendum) sebenarnya tidak ada lagi," tegas Wiranto.

Dia menepis isu dari aktivis Papua Benny Wenda yang menyebut hak-hak masyarakat Papua dikebiri. Menurutnya itu tak benar. Pemerintah mengklaim sudah memberikan perhatian khusus pada Papua. Salah satunya dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otsus Papua.

Payung hukum itu untuk menjamin pemenuhan hak dasar bagi masyarakat Papua. Pemerintah daerah menjadi penanggungjawab.

"Tak ada seperti berita yang disampaikan Benny Wenda di luar negeri. Bahwa Indonesia itu mengebiri hak-hak rakyat Papua, Papua Barat, setiap hari ada pembunuhan, setiap hari ada pelanggaran HAM, tak ada pembangunan di sana, di anak tirikan, itu semua tak benar. Jangan terkecoh dengan hal ini," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini