Wiranto Soal Veronica Koman Tersangka: Kalau Salah Dihukum, Kalau Tidak Dibebaskan

Rabu, 4 September 2019 18:42 Reporter : Merdeka
Wiranto Soal Veronica Koman Tersangka: Kalau Salah Dihukum, Kalau Tidak Dibebaskan Polisi Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Insiden Asrama Mahasiswa Papua. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi kembali menetapkan satu orang tersangka baru terkait dengan insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, di Surabaya. Tersangka diketahui berinisial VK atau dalam media sosial Twitter berakun Veronica Koman.

Menko Polhukam Wiranto tidak banyak bicara soal penetapan tersangka baru ini. Wiranto hanya menegaskan, polisi pasti sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan sebelum menentukan status hukum seseorang sebagai tersangka.

"Biarkan saja itu tentunya ada tuduhan itu, ada tersangka tentunya sudah hasil penyelidikan dan penyidikan," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Rabu (4/9).

Wiranto mengajak semua pihak menyerahkan pada proses hukum. Dengan santai Wiranto mengatakan, jika memang terbukti bersalah, maka harus mempertanggungjawabkan. Sebaliknya, jika tidak bersalah maka akan dibebaskan dari segala tuduhan.

"Biarkan berproses saja, tidak usah kita bahas. Nanti kalau salah kan dihukum, kalau tidak salah akan dibebaskan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, penetapan status tersangka baru terhadap Veronica Koman ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Tersangka VK ini dianggap berperan sebagai penyebar berita bohong atau hoaks serta provokasi terkait dengan Papua. Hal itu dilakukannya melalui media sosial twitter dengan akun @VeronicaKoman.

Luki juga menyebutkan, ada juga tulisan momen polisi mulai tembak ke dalam asrama Papua, total 23 tembakan termasuk gas air mata. Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung, disuruh keluar ke lautan massa.

Karena dianggap sangat aktif melakukan provokasi, Veronica pun dijerat dengan pasal berlapis oleh polisi. Di antaranya, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008. "Jadi kita ada empat undang-undang yang kita lapis," kata Kapolda.

Siapakah Veronica Koman?

Vero merupakan perempuan kelahiran Medan. Dia meraih gelar sarjana hukum dari kampus swasta kenamaan di Jakarta. Vero memang aktif dalam dunia aktivis. Bahkan dia merupakan pengacara publik yang kerap berhubungan dengan isu-isu Papua, pengungsian internasional dan pencari suaka. Dia juga sering memberikan bantuan hukum kepada kaum miskin yang buta hukum dengan cuma-cuma.

Bahkan banyak klien Vero yang berasal dari Afghanistan dan Iran yang terdampar di Indonesia. Vero membantu mereka untuk mendapatkan status pengungsi sesuai dengan hukum pengungsi internasional di UNHCR

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini