Warga Rejang Lebong minta pengelola Geothermal tak cemari sumber air

Kamis, 28 April 2016 16:11 Reporter : Dede Rosyadi
Warga Rejang Lebong minta pengelola Geothermal tak cemari sumber air Ilustrasi Air©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Desa Air Bening, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu berharap pengolahan panas bumi (geothermal) untuk pembangkit listrik yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy di Hutan Lindung Bukit Daun agar tidak mengganggu sumber air.

"Kami belum tahu bagaimana dampak pengeboran sumur panas bumi dan ketersediaan air tanah, tapi kami berharap sumber air tidak terganggu," papar Sugianto, warga Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Kamis (28/4).

Sugianto mengungkapkan alasannya sumber air minum dan aktivitas perkebunan palawija serta air irigasi untuk persawahan di desa setempat bersumber dari Hutan Lindung Bukit Daun.

Hulu Sungai Air Bening yang mengairi sekitar 300 hektare sawah petani berada di Hutan Lindung Bukit Daun.

"Kami tidak pernah diberitahu dampak dari pengeboran panas bumi, padahal desa kami yang terdekat ke lokasi proyek," ungkapnya.

Sugianto yang berkebun kopi di pinggir Hutan Lindung ini juga mengkhawatirkan dampak pengeboran panas bumi dengan tanaman padi yang ada di wilayah itu.

Mereka mengkhawatirkan kasus tanaman padi yang mati setelah terkena aliran air dari pengeboran sumur PT PGE di Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong akan berimbas pada tanaman padi mereka.

"Kami mendengar informasi tentang padi petani di Lebong yang mati karena terkena air dari hasil pengeboran sumur panas di sana," paparnya kepada Antara.

Rencana pengeboran panas bumi oleh PT PGE di Hutan Lindung Bukit Daun itu tinggal menunggu pembangunan jalan untuk mobilisasi alat bor. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini