Warga Pesisir Timur Surabaya akan Dievakuasi jika Datang Gelombang Tinggi lagi

Jumat, 13 November 2020 02:35 Reporter : Erwin Yohanes
Warga Pesisir Timur Surabaya akan Dievakuasi jika Datang Gelombang Tinggi lagi Dampak gelombang tinggi di pesisir timur Surabaya. Istimewa

Merdeka.com - Gelombang pasang air laut menerjang permukiman warga di pesisir timur Surabaya, tepatnya di daerah Bulak Cumpat, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Akibatnya, 39 perahu nelayan setempat mengalami kerusakan, peralatan hilang, bahkan empat di antaranya sempat tenggelam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, mengantisipasi gelombang pasang susulan, Pemkot Surabaya mendirikan delapan pos pantau di sepanjang pesisir pantai Surabaya. Salah satunya di Rumah Pompa Balung dan Rusun Romokalisari untuk Pos Pantau Pesisir Utara.

Selanjutnya di Sentra Ikan Bulak (SIB), Eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, dan Kecamatan Gunung Anyar untuk Pos Pantau Pesisir Timur. Kemudian di Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Karang Pilang untuk Pos Pantau Pesisir Barat.

"Kalau memang terjadi lagi gelombang tinggi, maka evakuasi kita siapkan di SIB," kata Irvan, Kamis (12/11).

Irvan menambahkan, semua kapal nelayan yang mengalami kerusakan itu telah memiliki asuransi. Sedangkan bagi nelayan yang kapalnya mengalami kerusakan ringan, petugas membantu memperbaikinya.

"Empat perahu juga sempat tenggelam, namun sudah dievakuasi ke bibir pantai," ujarnya.

Terkait dengan antisipasi, ia mengaku sudah sejak lama membangun dinding penahan ombak serta menanam ribuan pohon cemara udang.

"Untuk penguatan bibir pantai, sudah dilakukan sejak awal beliau (Risma) menjabat. Ini untuk menahan abrasi pantai dan juga gelombang," tambahnya.

Ia menyebut, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG, akan ada peningkatan kondisi pasang air laut yang mengancam daerah pesisir Timur Surabaya. Kondisi pasang air laut maksimum diperkirakan terjadi pada pada Minggu (15/11) hingga Selasa (17/11) 2020 pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.

Untuk mengantisipasi potensi banjir rob tersebut, Irvan mengimbau nelayan mengikat erat perahu, menjauhi tepi pantai, dan mengaktifkan Siskamling.

"Warga sekitar segera evakuasi ke tempat yang aman, dan mengamankan dokumen dan barang berharga," kata dia.

Diketahui, gelombang pasang air laut menerjang beberapa titik di pesisir timur Surabaya pada Rabu (11/11) malam. Air laut bahkan sempat masuk ke area permukiman warga. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gelombang Pasang
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini