Warga Depok Minta Kejelasan Soal Bantuan Sosial Selama PSBB
Merdeka.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok resmi berlaku pada pukul 00.00 WIB 15 April 2020. Tetapi sampai artikel ini diunggah, masyarakat mengaku belum ada informasi soal bantuan sosial (bansos) yang akan diterima.
Ryan (24) warga Sukmajaya, Depok mengakui sudah mengetahui pemberlakuan PSBB di wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Depok. Namun sampai saat ini, ia belum mendapatkan informasi mengenai bantuan dari Pemkot menjelang penerapan PSBB.
"Iya tau PSBB tapi belum dapet sosialisasi bantuan yang disiapkan Pemkot Depok sama sekali. Kata RT/RW juga belum ada," ujar Ryan saat dihubungi merdeka.com.
Ryan menilai, pemberlakuan PSBB seharusnya bukan sekedar pencegahan, namun diikuti pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari terlebih masyarakat yang tidak ada pemasukan.
Senada dengan Ryan. Rizky (28) warga Ratu Jaya Cipayung, Depok menyarankan kepada Pemkot Depok untuk lebih memperhatikan masyarakat miskin, agar bantuan tepat sasaran.
"Informasi belum ada, seharusnya pemerintah utamakan saja yang miskin dan rentan miskin pastikan data kemudian diberi bantuan. Jangan asal-asalan ngasi bantuan, karena masalah kita (pemerintah) itu selalu ga tepat sasaran dalam bantuan," imbuhnya.
Sementara itu, Raka (23) warga Depok Dalem mengungkapkan sampai saat ini keluarganya baru mendapatkan bantuan dari swadaya masyarakat selama pandemi Corona.
"Pemkot Depok belom sosialisasi bantuan sama sekali nih. Bantuin dari donatur-donatur aja kalo dari pemerintah belom ada buktinya sampai ke warga, khususnya di wilayah sekitar saya," jelasnya.
Baru Lakukan Pendataan
Selain itu, terkait pendataan memang ada sebagian warga yang telah didata namun belum mendapatkan kejelasan kapan dan apa saja bantuan yang diberikan. Salah satunya Odi (24) warga Sawangan, Depok yang baru saja keluarganya dimintai data Kartu Keluarga (KK) oleh pengurus RT kawasannya
"Belum ada informasi kapan dan bentuk apa bantuannya, baru diminta data KK aja tadi sama pengurus RT," ujar Odi.
Pendataan juga telah dialami, Rajabi (23) warga Depok Dua walaupun datanya telah diminta oleh RT/RW. Tetapi keluarganya belum mendapatkan kejelasan bantuan tersebut kapan diterima masyarakat.
"Baru tadi ada pendataan bansos oleh RT/RW tapi engga tau bansos dari Pemkot apa bukan. Soalnya belum ada informasi jelas. Udah coba nyari informasi juga masih belum dapet," terang Rajabi.
Pemkot Depok Siapkan Rp250 ribu Setiap Keluarga
Dilansir dari Depok.go.id Pemerintah Kota Depok telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan sosial (bansos) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Adapun bantuan yang diberikan sebesar Rp250.000 kepada setiap Kepala Keluarga (KK) dari total 30 ribu KK yang terdampak pandemi Covid-19.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bansos yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp7,5 miliar. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui kecamatan dan kelurahan setempat.
"Dasar dari bansos yang diberikan kepada 30 ribu KK itu untuk mengantisipasi jika mereka tidak mendapat bantuan dari Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat. Karena jumlah ini di luar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun kriteria dan syarat yang ada," katanya, Selasa (14/4).
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya