Warga Aceh Serahkan 118 Senjata Api Sejak 10 Bulan Terakhir

Jumat, 30 Agustus 2019 00:30 Reporter : Afif
Warga Aceh Serahkan 118 Senjata Api Sejak 10 Bulan Terakhir Penyitaan senjata api dari perbatasan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa mengapresiasi keberhasilan Kodam Iskandar Muda membujuk warga agar menyerahkan senjata kepada tentara secara suka rela. Sejak November 2018 hingga Agustus 2019 sudah 118 pucuk senjata diserahkan oleh warga.

Pernyataan itu disampaikan KASAD TNI usai memberikan pengarahan kepada prajurit jajaran Kodam Iskandar Muda. Bersama istrinya Ny Diah Erwiany melakukan kunjungan ke Aceh selama dua hari.

Senpi yang diamankan itu merupakan hasil penggalangan dan pengarahan pihak TNI kepada masyarakat. Termasuk kinerja Babinsa yang selalu berada di tengah masyarakat memberikan pemahaman agar senpi tidak disimpan oleh yang tidak berhak.

Andika kagum dengan sikap masyarakat Aceh yang mulai ada kesadaran untuk menciptakan situasi damai. Apa lagi akhir-akhir ini ada beberapa pucuk senjata sudah diserahkan secara suka rela kepada pihak TNI.

"Ini bagus sekali dan ini kan atas kesadaran, yang paling bagus itu karena kesadaran, bukan karena operasi yang memaksa, inilah yang kita harapkan," kata KASAD TNI Jenderal Andika Perkasa, Kamis (29/8) di Banda Aceh.

Kasad sudah berada di Banda Aceh sejak kemarin dan sempat berkunjung ke situs tsunami Museum Tsunami, kapal PLTD Apung yang terseret dari Pelabuhan Ulee Lheue saat tahun 2006 silam. Kapal Apung ini merupakan generator PLN yang ditambatkan di sana saat itu.

Pengarahan kepada prajurit dipusatkan di Lapangan Jasdam Kodam Iskandar Muda, Neusu yang dipimpin oleh Kasad TNI secara tertutup. Awak media tidak dibenarkan untuk masuk ke ruang pengarahan dan hanya menunggu di luar gedung.

Usai pertemuan, Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, kedatangannya ke Aceh untuk melihat kesatuan-kesatuan di Kodam Iskandar Muda. Ada banyak prestasi yang membanggakan sudah diraih dan ini patut diapresiasikan.

"Prestasi itu bukan berarti dalam satu hal saja. Tetapi bagaimana mereka juga diterima oleh masyarakat, Forkopimda, mereka bekerja sama," jelasnya.

Kepada prajurit, sebutnya, ia berpesan agar terus bisa menjadi dirinya sendiri dan haris menjadi bagian dari masyarakat Aceh. Sebagai prajurit harus terus membantu masyarakat dalam segala bidang, termasuk meningkatkan taraf hidup, membangkitkan daya beli masyarakat Aceh.

"Intinya membantu Aceh membangun," ungkapnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini